PALOPO–Dibalik teriakan penolakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di Tanah Air, ribuan pelajar dan non pelajar penerima manfaat MBG seperti ibu hamil, ibu menyusui dan lansia di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, belum pernah menikmati menu MBG. Padahal program MBG ini sudah berjalan hampir dua tahunan. Jumlah penerima manfaat MBG di Kecamatan Telluwanua mencapai angka 4.700 jiwa lebih.

Pelajar di Kecamatan Telluwanua, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, berharap bisa menikmati menu MBG seperti pelajar lainnya di Kecamatan lainnya di Palopo, seperti pelajar di Kecamatan Wara Timur, Wara, Wara Selatan, dan kecamatan lainnya.

Kepala SMPN 9 Palopo, Iding Nangke, mengakui, banyak siswanya berharap bisa menikmati menu MBG setiap hari Senin hingga Jumat. Sebab, sejak program MBG bergulir sejalan program Presiden RI, Prabowo Subianto, semua sekolah dari berbagai jenjang di Kecamatan Telluwanua belum
tersentuh program MBG.

“Banyak siswa kami di SMPN 9, terutama dari kalangan keluarga kurang mampu, berharap bisa menikmati MBG. Namun sudah hampir dua tahun berjalan, sekolah kami belum pernah tersentuh program MBG,” kata Iding Nangke.

Ira, pelajar SMPN 9 Palopo, salah satu pelajar yang berharap bisa menikmati MBG, seperti pelajar lainnya di Kota Palopo. “Kapan ya kami di SMPN 9 Palopo bisa makan menu MBG? Kami juga mau merasakan nikmatnya MBG saat jam istirahat,” kata Ira.

Beberapa kerabatnya yang bersekolah di sekolah yang berada di Kecamatan Wara Timur dan Wara Palopo, bercerita bahwa menu MBG setiap hari sekolah mereka santap saat jam istirahat. “Kadang kami iri, kenapa kami di wilayah Telluwanua belum dapat MBG,” kata Ira.

Satgas Pengawas MBG bentukan Pemkot Palopo, Andi Pocy mengakui, seluruh sekolah di Kecamatan Telluwanua, termasuk non pelajar penerima manfaat MBG seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, belum menikmati MBG lantaran belum ada SPPG yang beroperasi di kecamatan paling ujung di wilayah utara Palopo.

“Sebenarnya ada dua SPPG di sana (Telluwanua), tetapi sampai saat ini belum beroperasi. Kalau dua SPPG itu sudah beroperasi, maka penerima manfaat di Telluwanua, terutama pelajar bisa menikmati MBG seperti pelajar lainnya di Palopo,” ujar Andi Pocy.

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, dua SPPG yang telah dibangun di Kecamatan Telluwanua, yakni SPPG Mancani di Kelurahan dari Yayasan Wija To Luwu dan SPPG Jaya Telluwanua di Kelurahan Jaya dari Yayasan Bhumyanca TNI AL. Dari dua SPPG tersebut, SPPG Mancani telah memiliki Kepala SPPG, sedangkan SPPG Jaya masih menunggu penunjukkan kepala SPPG oleh BGN.

“Jumlah penerima manfaat MBG, baik pelajar dan non pelajar mencapai angka 4.700 jiwa lebih. Semoga Pak Presiden Prabowo bisa menyikapi masalah ini, agar penerima manfaat MBG di Telluwanua bisa juga merasakan nikmatnya menu MBG,” kata sumber media ini. (***)