Lima Siswi SMKN 1 Palopo yang PKL Selama 3 Bulan di BLAM Makassar Resmi Berakhir

225
Pelaksana pada Urusan Keuangan dan Perencanaan BLAM, Nur Aini (tengah), berfoto bersama siswi SMKN 1 Palopo yang magang di BLAM Makassar. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

MAKASSAR–Di sepanjang tahun 2020, Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar (BLAM) “kebanjiran” siswa dan mahasiswa magang yang melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Mereka adalah mahasiswa UMI Makassar, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar, dan siswi SMK Negeri 1 Palopo.

ADVERTISEMENT

Khusus siswi SMK Negeri 1 Palopo, ada sebanyak 5 orang mengikuti Praktek Kerja Lapangan di BLAM Makassar. Durasi waktu PKL yang cukup lama, yakni tiga bulan membuat staf pegawai memiliki kedekatan emosional dengan para siswi.

PKL merupakan kewajiban sebagai salah satu syarat kelulusan.

ADVERTISEMENT

Siswi SMK Negeri 1 Palopo yang PKL di Kantor BLAM diantar langsung pembimbingnya, Muis Hamid, dan diterima resmi Kepala Balai Litbang Agama Makassar, yang diwakili Kasubag Tata Usaha, Nelly, MM, dan Asnianti (Kepala Urusan Umum).

PKL juga dilaksanakan sebagai bekal atau pengalaman siswa sebelum terjun ke dunia kerja sesuai bidang atau jurusan yang mereka pilih.

Sebanyak lima siswa SMK Negeri 1 Palopo melaksanakan PKL di BLAM, yaitu Nurul Fatimah, Chitra Damayanti, Sukma Hadisa (Jurusan Akuntansi), Wahida, dan Asnah (Jurusan Administrasi Perkantoran). Mereka ditempatkan sesuai jurusan. Satu orang masing-masing di ruangan sekretaris Kepala BLAM, Urusan Kepegawaian, dan Perpustakaan/Kerarsipan, dua orang lainnya di Urusan Umum dan Urusan Perencanaan dan Keuangan.

“Dengan adanya siswa-siswa PKL sedikit banyak memberikan bantuan, terutama untuk kelancaran proses administrasi di BLAM,” kata Nur Aini, Pelaksana pada Urusan Keuangan dan Perencanaan BLAM.

Menurut Nur Aini, siswa yang ditempatkan di keuangan dan perencanaan sangat membantu tugas-tugas mereka, antara lain, mengklasifikasi surat-surat masuk dan keluar, pengarsipan SPM (Surat Perintah Membayar), membantu dalam hal mendistribusikan administrasi keuangan para peneliti yang dianggap belum rampung dan yang terlewatkan, dan masih banyak lagi.

Hal serupa dikatakan Andi Rosmini, Bagian Umum/Arsiparis). “Dengan adanya siswa PKL, pekerjaan saya banyak terbantu dalam mengarsipkan surat-surat kantor,” ujarnya.

Salah satu siswi, Nurul mengaku banyak pengetahuan yang ia dapatkan selama PKL di BLAM. “Ternyata, apa yang kami pelajari di sekolah soal persuratan mempunyai kesamaan, meskipun ada yang berbeda sedikit, seperti model surat menyuratnya agak berbeda seperti yang kami terima di sekolah,” katanya.

Namun, ada juga yang tampak malu-malu memberikan kesan-kesannya selama di PKL di BLAM. “Malu-malu ka, Pak. Hehehe,” ujarnya, dengan wajah memerah.

Setelah mengobrol sejenak, DR. Badruzzaman kemudian memberikan pemahaman dan mengenalkan kepada mereka mengenai Tusi (tugas dan fungsi) Kantor BLAM, bahwa BLAM berbeda dengan instansi lainnya.

BLAM adalah lembaga riset. Salah satu tusinya adalah sebagai penyediaan data dan informasi, dan tidak melayani masyarakat secara langsung.

“Pegawai yang bekerja di sini kebanyakan peneliti. Jadi, mereka lebih banyak berada di luar lapangan untuk riset dan kegiatan-kegiatan lain berkaitan kantor,” kata Badruzzaman.

Selain itu, hampir sepanjang 2020, terutama sejak Covid-19 menerjang Maret 2020, pegawai BLAM masuk kerja dengan pembagian waktu (shift). Jadi, ada yang bekerja work from home dan juga work from office.

PKL siswa SMKN 1 Palopo ini telah berakhir pada 23 Desember 2020 lalu, dan mereka dijemput langsung pembimbingnya di BLAM. (*/iys)

KET. FOTO: Pelaksana pada Urusan Keuangan dan Perencanaan BLAM, Nur Aini (tengah), berfoto bersama siswi magang di BLAM Makassar. (Foto: Ist)

 

ADVERTISEMENT