= Upaya Strategis Andi Rahim Memutus Rantai Kemiskinan
MASAMBA–Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim terus menunjukkan komitmen serius dalam menekan angka kemiskinan. Strategi utama yang kini menjadi prioritas adalah akselerasi pembangunan infrastruktur jalan di wilayah 3T atau Terpencil, Terisolir, dan Tertinggal, yakni Rongkong, Seko, dan Rampi.
Langkah ini diambil menyusul data bahwa wilayah pegunungan menyumbang kontribusi terbesar terhadap angka kemiskinan di daerah berjuluk Bumi La Maranginang tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam buku “Luwu Utara Dalam Angka”, kabupaten ini sempat berada di titik terendah pada tahun 2021 dengan angka kemiskinan mencapai 13,59% akibat dampak pandemi COVID-19 dan bencana banjir bandang 2020.
Namun, melalui berbagai intervensi kebijakan, tren tersebut berhasil dibalikkan, yakni tahun 2022 turun menjadi 13,22%, tahun 2023 turun menjadi 12,66% atau berhasil keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Sulsel, dan tahun 2024 mencapai 11,24% atau angka terendah sejak Luwu Utara terbentuk pada 1999.
Meski mencatatkan rekor penurunan bersejarah, Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa perjuangan belum usai karena masih ada sekitar 36 ribu jiwa yang berada di garis kemiskinan.
Dalam audiensi bersama Bappenas dan PB Taskin baru-baru ini, Bupati Andi Rahim membeberkan fakta krusial bahwa 61,36% kemiskinan di Luwu Utara bersumber dari daerah pegunungan yang terkendala akses jalan.
”Infrastruktur ini bukan hanya soal aspal semata, tetapi juga soal kemanusiaan. Dengan jalan yang layak, anak-anak kita bisa bersekolah dengan aman, dan hasil bumi warga tidak lagi busuk di jalan karena kendala transportasi,” ujar Andi Rahim.
Buruknya akses jalan selama ini memicu efek domino bagi warga di Rongkong, Seko, dan Rampi, antara lain melambungnya harga bahan pokok dan material bangunan, tingginya biaya transportasi, dan banyaknya Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), termasuk terbatasnya akses pangan sehat dan bergizi bagi masyarakat.
Sebagai solusi konkret, Bupati yang juga alumnus Fakultas Teknik Unhas ini telah mengusulkan pembangunan 20 ruas jalan strategis kepada pemerintah pusat melalui Bappenas dan PB Taskin dengan total anggaran mencapai Rp492 Miliar lebih.
Pembangunan ini diharapkan dapat membuka konektivitas menuju sentra-sentra ekonomi di wilayah pegunungan, menstabilkan harga komoditas, dan mempercepat distribusi barang.
Dengan terbukanya akses, potensi unggulan dari wilayah terpencil diharapkan dapat dipasarkan dengan harga yang kompetitif, yang pada akhirnya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan. (***)

