​PALOPO–Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah Lyra Nuraulia Binti Hasbi tiba di rumah duka di Perumahan Pajalesang, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis dini hari, 23 April 2026, sekitar pukul 05:00 Wita. Lyra meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan lalulintas bersama temannya yang juga meninggal dunia, di Solo, Jawa Tengah, 21 April 2026 lalu.

Jenazah tiba di rumah duka setelah menempuh perjalanan jauh dari Solo disambut oleh puluhan pelayat yang telah bersiaga sejak dini hari. Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ambulans yang membawa peti jenazah almarhumah memasuki lorong rumah duka di tengah suasana gelap subuh yang penuh haru.

Lyra, gadis kelahiran 12 Juni 2005 ini, dikenal sebagai pribadi yang aktif dan berprestasi. Jejak pengabdiannya sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada 17 Agustus 2021 di Lapangan Pancasila Palopo menjadi kenangan manis bagi rekan-rekan sejawatnya.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Tiba meki dek di rumahta dek,” tulis Aisya Akil Malinta, salah satu kerabat di media sosial, menggambarkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sosok muda berbakat ini.

​Lyra meninggal dunia bersama rekannya, Anissa, setelah motor matic yang mereka kendarai terlibat kecelakaan dengan truk boks di Simpang Empat Tugu Wisnu, Manahan, Solo pada hari Selasa lalu, 21 April 2026. Keduanya sempat dilarikan ke RSUD dr. Moewardi, namun luka yang cukup parah membuat nyawa kedua mahasiswi ini tidak tertolong.

​Kepergian Lyra meninggalkan duka mendalam bagi orang tuanya, Hasbi dan Ibu Murni, serta saudara perempuannya. ​Dibalik prestasi akademiknya sebagai mahasiswi semester 6 Program Studi Pengelolaan Konvensi dan Acara (PGA) Poltekpar Makassar, Lyra dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan keluarga.

“Almarhumah anak yang sangat berbakti bagi keluarganya. Di waktu senggang atau libur sekolah, Almarhumah rajin membantu ayahnya, Hasbi, di usaha percetakan keluarga, terutama dalam proses cetak undangan,” kata salah satu keluarga di rumah duka.

Sejak kecil, menurut keluarganya, Almarhumah memiliki tekad kuat untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin, meski harus merantau jauh dari orang tua. “Keberadaannya di Solo dalam rangka magang hingga Juli mendatang menjadi bukti kegigihannya mengejar cita-cita sebagai profesional di bidang Event Organizer. Keluarga sangat kehilangan Lyra,” katanya. (***)