MASAMBA–Aksi unjukrasa yang dilakukan sekelompok mahasiswa dan elemen pemuda di pintu gerbang Kabupaten Luwu Utara, tepatnya di perbatasan wilayah Walmas dan Sabbang, di Desa Mari Mari, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, Minggu siang, 25 Januari 2026, semakin memanas.
Pengunjukrasa yang menyuarakan pembentukan Provinsi Luwu Raya memblokade jalan trans Sulawesi dengan menebang pohon besar hingga pintu gerbang tersebut tertutup.
Aksi unjukrasa lanjutan ‘Lockdown Luwu Raya’ ini berimbas terhadap transportasi memasuki wilayah Luwu Utara dan sebaliknya macet total. Apalagi, selain memalang ruas jalan dengan pohon besar ditebang di pinggir jalan, pengunjukrasa juga memasang spanduk lebar di pintu gerbang, memblokade jalan dengan kendaraan roda empat dan membakar ban bekas.
Hingga pukul 14:00 Wita, Minggu siang, tidak ada kendaraan roda empat yang melintas. Pengunjukrasa hanya membolehkan pengendara roda dua melintasi pintu gerbang memasuki wilayah Sabbang dan sebaliknya.
“Aksi unjukrasa menyuarakan provinsi Luwu Raya ini akan terus kami lakukan sampai DOB Luwu Raya terbentuk,” tegas salah satu pengunjukrasa dalam orasinya.
Sementara itu, hingga Minggu siang, pukul 14:00 Wita, Jembatan Baliase juga masih diblokade mahasiswa dan elemen pemuda. Mereka tetap bertahan di tengah terik panas matahari menyuarakan Provinsi Luwu Raya. Arus transportasi dari arah Luwu Timur tidak bisa melintas memasuki wilayah Kota Masamba, begitupun sebaliknya. Kemacetan panjang telah berlangsung tiga hari. (antho)

