PALOPO–Ibu rumah tangga di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, mengeluhkan minyak goreng (migor) merek Minyakita sulit ditemukan di sejumlah kios di Kota Palopo, termasuk di Pusat Niaga Palopo (PNP). Kondisi ini sudah berlangsung dua pekan terakhir.
Meli, 40 tahun, salah seorang pedagang di PNP, menyebut stok Minyakita sudah kosong sejak dua minggu lalu. Biasanya ia mengambil pasokan dari pemasok di Pinrang dan Toraja, namun kini tidak lagi diberi dengan alasan penjualan hanya boleh melalui agen resmi. “Harga terakhir yang saya jual Rp18.000 per liter,” kata Meli.
Ia menambahkan, kelangkaan tak hanya terjadi pada Minyakita. Merek lain juga naik harga dan stok menipis. Sunco dan Bimoli yang semula Rp44.000 per 2 liter kini menjadi Rp50.000. Masku naik dari Rp42.000 menjadi Rp47.000.
Pedagang lain yang masih memiliki stok mengaku harus berkeliling mencari ke kios-kios lain. Ia mengambil dengan harga Rp18.000 per liter, lalu menjual kembali seharga Rp20.000.
Senada dengan itu, salah seorang mitra Perum Bulog Cabang Palopo yang enggan disebutkan namanya mengaku ada pembatasan jumlah pasokan. Jika biasanya ia mendapat 50 karton untuk 1 hingga 2 minggu, kini hanya sekitar 20 karton. Akibatnya, ia membatasi penjualan ke pembeli maksimal 2 bungkus per orang.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Palopo, Maysius L, membenarkan adanya pengurangan suplai. Stok dari TSL selaku produsen ke Bulog Sulbar dan Sulsel berkurang. Untuk Bulog Cabang Palopo, pasokan per bulan kini hanya 30.600 liter, turun dari sebelumnya 60 ribu 300 liter.
Jumlah tersebut, kata Maysius, masih kurang untuk memenuhi kebutuhan. Sebab, Bulog melayani pasar di 5 kabupaten dan 1 kota. Ia menyebut keberadaan pihak swasta cukup membantu memenuhi kebutuhan di pasaran.
Distribusi Minyakita ke pasar ternyata tidak hanya dilakukan Bulog. Sekitar 40-60 persen suplai berasal dari pihak swasta sehingga terjadi perbedaan harga. Dari hasil monitoring, harga dari swasta cenderung lebih tinggi karena ada tambahan biaya, seperti ongkos angkut.
Pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Untuk mengontrol harga, Bulog membuat perjanjian dengan mitranya agar menjual maksimal di HET.
Maysius menegaskan, jika ada mitra yang menjual di atas HET, Bulog akan menindak tegas hingga memutus kerja sama. (nada)

