PALOPO–Universitas Andi Djemma (UNANDA) Palopo, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang optimal sebelum melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan skrining kesehatan jiwa bagi mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler yang akan ditempatkan di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Nomor: 400.7.6/91/PKM-B yang diterbitkan oleh Puskesmas Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, tentang Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan dan Skrining Masalah Kesehatan Jiwa. Pemeriksaan berlangsung di Aula Teknik Pertambangan Universitas Andi Djemma pada 3 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 60 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Kecamatan Malili.

Adapun layanan kesehatan yang diberikan meliputi skrining kesehatan jiwa, pemeriksaan HIV, pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), serta pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh mahasiswa peserta KKN memiliki kondisi kesehatan yang memadai sehingga mampu melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat secara optimal, aman, dan bertanggung jawab.

Pelaksanaan skrining kesehatan menjadi bagian penting dalam upaya deteksi dini terhadap berbagai potensi permasalahan kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas mahasiswa selama berada di lokasi KKN. Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga menjadi perhatian utama mengingat mahasiswa akan menghadapi berbagai tantangan, seperti adaptasi terhadap lingkungan, interaksi sosial dengan masyarakat, serta pelaksanaan program kerja yang membutuhkan kesiapan emosional dan ketahanan diri.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Andi Djemma, Dr. Ir. Budiawan Sulaeman, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., yang akrab disapa Bang Awan, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud tanggung jawab institusi dalam mempersiapkan mahasiswa secara menyeluruh sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Menurutnya, kondisi kesehatan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan mahasiswa selama mengikuti program KKN. Mahasiswa yang sehat secara fisik dan mental akan lebih siap beradaptasi, menjalankan program kerja, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat di wilayah penempatan.

“Mahasiswa yang akan diberangkatkan ke Kecamatan Malili pada 5 Oktober 2026 diharapkan tidak hanya membawa pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental yang baik. Pemeriksaan kesehatan ini merupakan langkah preventif yang penting untuk memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi prima sehingga dapat menjalankan aktivitas lapangan secara aman, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bang Awan yang juga bertugas sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) di Kecamatan Malili menyampaikan bahwa program KKN merupakan sarana pembelajaran yang strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan KKN, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan partisipatif. Selain menjadi wahana penerapan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi, KKN juga menjadi media pembentukan karakter, kepemimpinan, serta penguatan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama yang terjalin antara Fakultas Teknik Universitas Andi Djemma dan Puskesmas Benteng melalui Nomor: 111A/F06.7/023/VI/2025 dan Nomor: 100.3.7/306/PKM-B tanggal 5 Juni 2025 mencerminkan sinergi positif antara institusi pendidikan tinggi dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Universitas Andi Djemma berharap melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan ini, seluruh mahasiswa peserta KKN dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik selama berada di Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kesiapan akademik yang didukung kesehatan fisik dan mental yang optimal menjadi modal penting dalam mewujudkan program KKN yang berdampak dan berkelanjutan. Dengan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa UNANDA diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong kemajuan Kabupaten Luwu Timur serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan. (nada)