Mirip Petani Tulen, Basmin Mattayang Blusukan ke Sawah Tanam Padi

105
Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang melakukan penanaman padi di Desa Rantai Damai Kecamatan Walenrang Timur, Senin (31/1/22). (Foto : Kominfo/ mat)
ADVERTISEMENT

Belopa – Mirip petani tulen. Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang melakukan penanaman padi di Desa Rantai Damai Kecamatan Walenrang Timur, Senin (31/1/22)

Bupati Basmin dalam kesempatan itu juga didampingi Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali.

ADVERTISEMENT

Penanaman padi perdana ini menandai dimulainya musim tanam Oktober 2021 – Maret 2022 di wilayah Kecamatan Walenrang Timur yang diprakarsai oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sepakat Desa Rantai Damai bekerjasama dengan dinas pertanian dan penangkaran benih Universitas Hasanuddin

Dalam Sambutannya, Bupati Luwu berharap dengan tanam padi perdana, terbangun optimisme masyarakat Kabupaten Luwu untuk meningkatkan pembangunan sektor pertanian

“Dengan desain harmoni dan keselarasan agro ekologi yang kita miliki dan inovasi serta pemanfaatan teknologi, diharapkan dengan kerjasama yang baik, kita semua dapat mengambil peran dalam membangun pertanian untuk mengantarkan masyarakat mencapai kejayaan sesuai dengan motto Kabupaten Luwu, Wanua Mappatuo Na Ewai Alena,” kata H Basmin Mattayang

Dalam memacu peningkatan produksi, petani senantiasa diperhadapkan dengan masalah klasik berupa sarana dan prasarana yang belum memadai, seperti masalah irigasi, alat dan mesin pertanian, penyediaan benih unggul serta penyediaan pupuk yang belum sepenuhnya tersedia sesuai kebutuhan petani

“Pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan dan memberi solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi petani dengan memberikan perhatian agar pembangunan pertanian dapat lebih maju dan berdaya saing dengan tetap mengacu pada program prioritas nasional,” lanjutnya

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sepakat, Yasin dalam laporannya mengungkapkan bahwa pembangunan sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani terkhusus di Desa Rante Damai yang tergabung dalam Gapoktan Sepakat, yang memiliki total luas sawah sebesar 370,5 hektar, dari 423 KK petani.

“Permasalahan petani selama ini salah satunya adalah produktifitas yang masih rendah karena kurangnya ketersediaan benih bermutu. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, maka dilaksanakan uji penanaman perdana benih varietas Inpari 32 yang diproduksi oleh penangkaran pembenihan Universitas Hasanuddin,” ungkap Yasin

Menurutnya, tujuan penanaman benih jenis varietas Inpari 32 ini agar dapat meningkatkan produksi dan mutu benih unggul, meningkatkan pengembangan sumber usaha benih petani, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pertanian budidaya padi dan Menumbuhkembangkan sumber daya manusia dibidang agribisnis benih baik di tingkat kelompok tani (Gapoktan). (Kominfo/Mat)

ADVERTISEMENT