PALOPO–Kawasan Pelabuhan Tanjung Ringgit Palopo, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi salah satu titik favorit warga untuk menghabiskan waktu jelang berbuka puasa selama Ramadhan. Setiap sore, kawasan di pesisir Palopo ini dipadati pengunjung yang ingin menikmati panorama laut sekaligus menunggu adzan magrib berkumandang.

Pantauan KORAN SERUYA, Senin sore, (2/3/2026) sekitar pukul 17.10 WITA, ratusan warga tampak memadati area pelabuhan. Sebagian duduk bersantai di tepi pantai, ada pula yang berburu foto dengan latar belakang hamparan laut dan siluet perbukitan.

Salah seorang pengunjung, Al Ihwal mengaku kerap memilih Tanjung Ringgit sebagai tempat ngabuburit. Menurutnya, daya tarik utama kawasan ini terletak pada panorama alamnya yang memanjakan mata.

“Mungkin dari segi pemandangan kita bisa melihat di Tanjung Ringgit ini pemandangan yang bagus, pemandangan yang indah sehinggah menyejukkan mata sehinggah banyak pengunjung untuk melihat pemandangan Laut, dan sebagainya dan sambil menikmati menu buka puasa,” ujarnya.

Ia mengaku dalam sepekan bisa empat hingga lima kali berkunjung ke lokasi tersebut. “Sering, sekitaran dalam satu minggu, ada empat sampai lima kali saya masuk disini, karena memang spot atau pemandangan nya itu sangat bagus,” katanya.

Selain faktor keindahan alam, suasana yang relatif bersih dan terbuka membuat pengunjung leluasa menikmati momen kebersamaan.

“Tempat ini bersih, yang kedua kita diberikan semacam keluasan dalam artian kita bisa memandang mau gunung, mau laut semua disini bagus,” tambahnya.

Al Ihwal juga menyebut, bukan hanya warga lokal, sejumlah pendatang turut memanfaatkan kawasan pelabuhan sebagai lokasi berbuka puasa bersama keluarga maupun rekan.

Namun demikian, ia berharap kenyamanan pengunjung tetap terjaga, terutama dari aktivitas balap liar yang kerap terjadi di sekitar area pelabuhan.

“Kami berharap tidak ada lagi balap liar di sekitar sini. Aktivitas itu sangat mengganggu dan berpotensi membahayakan pengunjung lain yang ingin berbuka dengan tenang,” tegasnya. (wahdi)