BELOPA–Pasar Tradisional Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, secara resmi kembali beroperasi dan menyapa masyarakat pada Sabtu (18/4/2026). Pembukaan perdana ini disambut dengan antusiasme luar biasa dari warga yang memadati area pasar yang berlokasi di Desa Bakti tersebut.

Para pedagang mulai menata dagangan mereka, sementara pembeli dari berbagai penjuru desa berbondong-bondong datang untuk bertransaksi. Beragam kebutuhan tersedia lengkap, mulai dari bahan pokok, sayuran segar, ikan, daging, hingga jajanan tradisional yang menggugah selera. Selain menjadi pusat ekonomi, pasar ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi masyarakat setempat.

“Sekarang tempat belanja sudah dekat. Tidak perlu lagi ke kecamatan lain, jadi lebih hemat waktu dan biaya,” ungkap salah seorang warga dengan rasa senang.

Hal senada disampaikan oleh para pedagang. Mereka mengaku sangat terbantu dengan dibukanya kembali pasar ini dan berharap keramaian di hari pertama dapat terus berlanjut untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Ketua Panitia Pelaksana, Purn. Kasmin menyampaikan rasa syukurnya karena pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai harapan. Namun, ia mengakui masih terdapat beberapa kekurangan yang harus segera ditangani.

“Alhamdulillah, pelaksanaan perdana sudah berjalan baik. Namun, kami menyadari masih banyak yang perlu dibenahi, terutama kondisi kios-kios yang sebagian masih rusak,” ujar Kasmin.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah pedagang belum dapat menempati kios yang disediakan karena kerusakan pada bagian pintu dan struktur lainnya.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kecamatan Ponrang Selatan, Haeruddin menyampaikan apresiasi dan harapannya agar pasar ini dapat terus aktif. Ia mengatakan keberadaan pasar ini sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah.

“Kami dari pemerintah kecamatan berharap seluruh masyarakat dapat mendukung keaktifan pasar ini. Kehadiran pasar ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga Ponrang Selatan,” tuturnya. (wahdi)