BELOPA — Seorang pasien asal Desa Batu Lappa, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, meninggal dunia usai menjalani penanganan persalinan operasi sesar di RS Batara Guru Belopa, Senin (8/9/2026).
Peristiwa meregang nyawa itu terjadi karena diduga kelalaian pelayanan medis di rumah sakit.
Sontak, dugaan itu memicu reaksi keras dari keluarga korban. Saat jenazah hendak diantar ke rumah duka di Batu Lappa menggunakan ambulans, keluarga korban menolak menerima dan meminta ambulans tersebut putar balik ke RS Batara Guru. Sebab, keluarga korban belum menerima penjelasan dari pihak rumah sakit terkait penyebab meninggalnya korban.
Menanggapi itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RS Batara Guru, dr Syahrul mengatakan pihak rumah sakit saat ini tengah melakukan audit internal untuk menelusuri seluruh rangkaian pelayanan yang diberikan kepada pasien sebelum dan sesudah dilakukan operasi sesar.
“Sementara kami melakukan audit secara internal untuk mencari tahu sebenarnya yang menjadi polemik di tengah masyarakat pasca kejadian tersebut,” ujar dr Syahrul, Selasa sore, ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, tim rumah sakit telah ditugaskan mengumpulkan data dan informasi dari seluruh unit yang terlibat dalam penanganan pasien guna memastikan fakta-fakta yang terjadi di lapangan.
“Tim kami sudah turun untuk mengumpulkan seluruh data dan informasi dari unit-unit terkait. Semoga melalui audit internal ini kami dapat menemukan sumber persoalan yang ada di rumah sakit sehingga bisa menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran ke depan,” pungkasnya. (ayonk)

