Pejabat Baru Dianggap Arogan, Ruang Sekwan DPRD Bantaeng Disegel Dua Legislator

174
ADVERTISEMENT

BANTAENG – Dua anggota DPRD Bantaeng menyegel ruang sekretaris dewan (Sekwan) DPRD Bantaeng. Dua legislator itu ialah Muhammad Asri dan Aditiawan Said.

Penyegelan itu merupakan bentuk penolakan terhadap Jufri, pejabat baru telah ditunjuk untuk mengisi jabatan sebagai Sekwan. Sebelumnya Jufri menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Organisasi Pemkab Bantaeng.

ADVERTISEMENT

Aditiawan Said mengatakan, pejabat baru itu dianggap sangat arogan sehingga dinilai tidak pantas menduduki jabatan Sekwan.

“Ini pendapat pribadi, kalau Saya karakternya ini pak Jufri ini arogan. Layaknya kita dalam rumah tangga, dia itu sebagai Kepala Rumah tangga,” kata Aditiawan seperti dilansir dari TribunBantaeng, Selasa, (3/8/2021) malam.

ADVERTISEMENT

Menurut legislator Hanura itu, apabila Sekwan dijabat oleh Jufri yang dianggap arogan itu maka, maka akan berimbas pada anggota DPRD lainnya. Kata dia, lembaga DPRD Bantaeng membutuhkan pejabat Sekwan yang dapat merangkul semua anggota Dewan.

Pasalnya, Sekwan dianggap sebagai kepala rumah tangga dalam lembaga DPRD “Saya butuh dia merangkul teman-teman dan tidak membeda-bedakan teman-teman di DPRD. Karena logikanya kepala keluarga Tidak baik sama anaknya itu bagaimana. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk merangkul kita,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut Aditiawan, penolakan itu murni karena alasan sifat Jufri yang dianggap arogan. Ia mengaskan tidak memiliki alasan lain, apalagi ketika ada yang menganggap bahwa penolakan itu karena adanya calon lain yang ingin menduduki jabatan Sekwan.

“Saya tidak adaji siapa pantas atau tidak Sepanjang itu kooperatif. Karena lembaga kita ini bagaimana seorang sekwan menjaga elektabilitas pemerintahan,” jelasnya.

Terkait dengan police line yang terpasang di pintu masuk ruang Sekwan ditegaskan bahwa tidak ada dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan tindakan hukum.

Police line dipasang hanya untuk menegaskan penolakan kepada pejabat Sekwan baru. “Terkait dengan Police Line itu sembarangji orang membeli banyakji di market place. Kalau itu hanya untuk mempertegas bahwa saya menolak begitu,” tuturnya. (*/liq)

ADVERTISEMENT