Kodooong! Perahunya Ditemukan Kosong, Warga Malangke Barat Ini Ternyata Sudah Meninggal Dunia

480
ADVERTISEMENT

MALANGKE BARAT–Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan sesosok mayat warga Malangke Barat yang meninggal dunia sekitar 500 meter dari perahunya, Jumat pagi tadi 18 Desember 2020 sekira pukul 6.30 Wita di perairan sekitar Palopo.

Menurut Hendra yang meneruskan kabar ini di grup WhatsApp City of Jurnalis, ia menerima kabar tersebut dari Tim Basarnas pagi ini, dimana proses evakuasi sejak malam tadi hingga pagi ini diback up juga dari tim BPBD Luwu Utara, SAR Sawerigading Palopo, SAR Hardness Palopo, Pramuka Peduli Kabupaten Luwu dan warga masyarakat.

ADVERTISEMENT

Peristiwa ini dibenarkan Komandan Pos Basarnas Palopo Maickel Marth Femy. “Iya benar, ada laporan yang kami terima kemarin petang pukul 17.30 Wita, dan alhamdulilah Tim Basarnas dibantu kawan-kawan BPBD, SAR Gabungan dan pramuka seudah menemukan jenazah korban sekitar 500 meter dari titik awal perahu ditemukan,” ucapnya, Jumat (18/12).

Sebelumnya diberitakan seorang nelayan bernama Amiluddin (39) warga Dusun Tompe, Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat hilang saat melaut sekitar pukul 16:30 WITA. Kamis (17/12/2020).

ADVERTISEMENT

Sementara perahu miliknya masih dalam kondisi hidup saat ditemukan oleh nelayan yang melintas bernama Aswadi.

Aswadi adalah nelayan yang menemukan perahu tersebut. Ia merasa heran karena perahu yang tidak berpenghuni berjalan tanpa arah tujuan. Karena merasa ganjil, Aswadi langsung mendekati perahu dan ternyata tak ada orangnya.

“Karena curiga, saya mendekati perahu yang tidak berpenghuni tersebut dan mengenal bahwa perahu tersebut merupakan milik tetangga depan rumah bapak Fatir,” katanya.

Aswadi membawa pulang perahu korban ke daratan dan menanyakan pada keluarga pemilik perahu, ternyata pemilik perahu di pakai oleh Amiluddin.

Aswadi menemukan perahu yang masih hidup itu sekitar pukul 16.30 Wita. Adik korban menceritakan kronologis kakaknya meninggalkan rumah. “Awalnya dia (Amiluddin) ke Palopo beli pupuk terus sampai di rumah dia bilang mau ke empang karena empangnya rusak tapi tidak ada di empang,” ceritanya.

“Kami juga merasa kaget dapat informasi kakak saya hilang,” lanjutnya.

“Tidak ada gejala penyakit apapun sebelumnya, kami berharap kakak saya dapat segera ditemukan,” harapnya, Kamis kemarin.

Sementara Petugas BPBD Luwu Utara mengatakan bahwa kemarin petang mendapatkan laporan mengenai nelayan hilang. “Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait (Basarnas Pos Palopo), menurunkan tim untuk menyisir di sejumlah lokasi dari titik awal keberadaan korban,” kata salah satu personel BPBD Luwu Utara.

Korban, dikabarkan berangkat dari pelabuhan Tanjung Ringgit hendak menuju kampungnya di Malangke Barat pada pukul 13.00 Wita, sementara perahunya ditemukan pada pukul 16.00 Wita dalam keadaan mesin masih menyala dan perahu sementara berjalan. (byu/iys)

ADVERTISEMENT