MAKASSAR—Ketua BPW KKLR Sulawesi Selatan, Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa kegiatan Halalbihalal (HBH) Wija to Luwu (WTL) tahun 2026 akan menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Panitia HBH WTL yang digelar pada Minggu, 12 April 2026, di HSA Building, Makassar.

Kegiatan HBH WTL dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 April 2026, di Gedung Graha Pena, mulai pukul 09.00 WITA. Acara ini mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Memperkuat Spirit Perjuangan Provinsi Luwu Raya.”

Hasbi menjelaskan bahwa kegiatan halalbihalal tidak hanya menjadi tradisi tahunan pasca-Ramadan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi besar Wija to Luwu dalam memperkuat komitmen bersama mendorong terbentuknya Provinsi Luwu Raya.

Ia menambahkan, HBH WTL 2026 masih menjadi bagian dari semangat Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang diperingati setiap 23 Januari. Namun, tahun ini konsep peringatan dialihkan dalam bentuk halalbihalal dengan tujuan yang sama, yakni memperkuat perjuangan pembentukan daerah otonom baru.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan dzikir, shalawat, dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk kelancaran perjuangan tersebut.

Panitia menargetkan kehadiran para kepala daerah se-Luwu Raya, termasuk bupati dan wali kota, serta pimpinan dan anggota DPRD dari wilayah tersebut guna memperkuat sinergi lintas daerah.

Selain itu, sejumlah tokoh penting juga dijadwalkan hadir, di antaranya Datu Luwu XL Andi Maradang Mackulau Opu to Bau, Gubernur Sulawesi Selatan, serta Wali Kota Makassar.

Panitia juga mengajak seluruh diaspora Wija to Luwu yang berada di Makassar dan sekitarnya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan bersama.

Sebagai penutup, panitia menyiapkan berbagai doorprize yang akan diundi bagi peserta di akhir acara.

Dengan memadukan nilai spiritual, kebersamaan, dan agenda strategis, HBH WTL 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan solidaritas sekaligus percepatan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya. (ikhlas)