PALOPO–Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, kembali memperluas jangkauan akademiknya di kancah internasional. Kali ini, dosennya turut menjadi narasumber utama dalam kegiatan International Guest Lecturer yang diselenggarakan Universidade Oriental Timor Lorosa’e, Timor Leste, secara daring melalui Zoom Meeting, hari Rabu lalu, (3/6/2026), mulai pukul 09.30 WITA.

Mengusung tema Educational Psychology, kegiatan ini menghadirkan Marhani mewakili pihak Kampus UMPalopo sebagai pembicara. Kegiatan ini dirancang untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mempererat kerja sama antarperguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara.

Dalam paparannya, Marhani menguraikan konsep dasar psikologi pendidikan serta keterkaitannya dengan pengembangan sistem pembelajaran masa kini. “Psikologi pendidikan adalah ilmu yang membantu kita memahami bagaimana manusia belajar dan berkembang. Dengan memahami prinsip-prinsip ini, pendidik dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik,” jelas Marhani.

Marhani menambahkan, praktik pendidikan modern tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi semata. Lebih dari itu, pendidik dituntut memahami karakter, motivasi, dan tahap perkembangan setiap individu. Menurutnya, pendekatan berbasis psikologi menjadi fondasi utama agar pembelajaran berjalan bermakna.

“Seorang pendidik perlu memahami aspek kognitif, sosial, dan emosional peserta didik agar proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan capaian akademik, tetapi juga pertumbuhan individu secara utuh,” urai dia.

Kegiatan daring ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Universidade Oriental Timor Lorosa’e, serta sejumlah peserta dari lingkungan FKIP UMPalopo. Sesi diskusi berlangsung secara interaktif, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari tantangan pembelajaran di era digital hingga penerapan teori psikologi pendidikan sesuai kondisi di masing-masing negara.

Bagi Marhani, kegiatan semacam ini memiliki makna lebih dari sekadar berbagi pengetahuan. “Kolaborasi akademik internasional bukan sekadar berbagi materi, tetapi menjadi ruang belajar bersama untuk membangun kualitas pendidikan yang lebih adaptif dan berdaya saing global,” ungkapnya.

Pihak penyelenggara dari Timor Leste pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi yang diberikan. Mereka menilai kehadiran narasumber dari Indonesia memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan wawasan akademik di kampus mereka.

Sementara itu, Dekan FKIP UMPalopo mengatakan keterlibatan dosen dalam forum internasional merupakan bagian dari strategi fakultas untuk memperluas eksposur dan meningkatkan mutu pembelajaran. (Wahdi)