Oleh: Dr. Suaedi, M.Si
– Direktur Politeknik Dewantara Palopo
KAMI melakukan kunjungan ke Seremban, Negeri Sembilan untuk menyaksikan secara langsung proses bisnis durian. Bertemu langsung dengan orang yang dijuluki raja durian.
Ada 4 raja di sana, raja markisa, raja jambu, raja pisang, dan raja durian. Saya pertama tertarik dengan durian, maklum saya orang Palopo yang dulu terkenal dengan durian terenak di Sulawesi Selatan.
Sepanjang perjalanan menuju kilang (pabrik) durian, tertanam rapi kelapa sawit, durian, pisang cavendish, jambu biji. Jarang sekali terlihat rumah, jika ada bangunan maka itu bangunan kantor dan gudang kebun atau bangunan milik negara.
Lahan perkebunan sangat luas, ratusan ribu hektar. Kami menggunakan mobil double kabin untuk menuju lokasi kilang, nyaman. Dan yang paling menarik, jalan tani sudah diaspal semua dengan rapi. Jarang sekali ketemu jalan rusak berlobang. Semua rapi dan tertata dengan baik.
Poin yang paling menarik saat ketemu konsultan durian. Seorang wanita yang enerjik, ramah, dan memiliki pengetahuan spesifik tentang durian, mengelola halal centre, dan juga berbagai sertifikasi seperti HACCP.
Di Malaysia, semua kebutuhan untuk petani dan pengusaha dibantu. Untuk petani dibantu riset, untuk pengusaha dibantu perizinan, lisensi, sertifikasi, hingga fasilitas ekspor durian ke berbagai negara. Pokoknya semua dimudahkan. Pajak hanya diambil saat sudah ada keuntungan.
Petani hanya menanam durian yang bagus, yang enak, manis, harum. Semua yang tidak bagus ditebang. Jadi sepanjang jalan hanya ada Musangking dan Duri Hitam. Ada juga jenis lain tapi di lokasi khusus. Secara ilmu tanaman, bibit bagus tidak boleh bercampur dengam bibit tidak bagus karena akan menghasilkan persilangan jenis dan hasilnya tidak dijamin. Intinya durian mereka harus dijamin mutunya.
Saat panen diusahakan durian tidak jatuh langsung menyentuh tanah agar isinya tidak rusak. Setelah itu dibawa ke kilang utk proses pembersihan, sortasi, penyimpanan, dan pengolahan. Ada yang utuh untuk diekspor ada juga yang dibekukan bersama isinya, ada juga dalam bentuk pasta durian (kalau di Palopo namanya dampo). Semua proses higienis, harus cuci tangan pakai sabun, pakai sarung tangan, dan baju khusus. Masuk ke dalam ruangan terasa mau beku. Sangat dingin. Durian disimpan di freezer. Harga 1 freezer ini sekitar 4 milyar rupiah. Dan luar biasanya, durian ini bisa disimpan sampai 2 tahun, tetap segar, Wow amazing.
Harga durian tidak fluktuatif. Harga sama. Disepakati secara internasional. Tidak ada permainan harga. Jadi petani tenang. Berapapun hasil panennya harganya tetap sama. Per kilogram. Pembeli kadang sudah pesan memang duriannya sebelum matang. Rebutan. Dan… harga tetap. Wow amazing.
Setelah kami coba rasa duriannya, wow amazing… terlintas di benak, kasihan durian di kampungku. Hanya bisa jadi juara kampung. (***)

