TORAJA UTARA – PLN UP 3 Palopo bekerjasama dengan UKI Toraja menggelar seminar kelistrikan bertajuk membangun energi bersih dibumi Toraja, yang di selenggarakan di auditorium gedung kampus 2 UKI Toraja , Kakondongan, Toraja Utara.

Seminar yang diikuti ratusan Mahasiswa dari berbagai jurusan itu dihadiri oleh, Bupati Toraja Utara,Frederik Victor Palimbong, Bupati Tana Toraja,Zadrak Tombe, Forkopimda Tana Toraja, Manager Perencanaan PLN IUD SulSelRaBar, Setiyawan, Manager PLN UP 3 Palopo,Rathy Shinta Utami Beserta Jajaran, Rektor dan Civitas Akademik UKI Toraja.

Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg dalam sambutannya menyatakan, sang Torayan ini merupakan Lumbung Air, Sehingga Masyrakat Toraja patut bangga akan hal itu.
“Kita ini bukan lumbung padi, tapi padi tidak akan tumbuh jika tidak ada air, seharunya orang yang berada di daerah Pinrang, Sidrap dan sebagainya wajib memberian kita royalti, energy di bakaru bahkan di malaea dan juga dimana-mana itu tidak akan bisa bila tidak ada air, maka kita patut bangga menjadi lumbung air,”ucapnya.

Diwaktu berbeda Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dalam sambutannya memaparkan kebijakan kementrian energi kabupaten Toraja Utara terkait energi terbarukan atau energi hijau.

“kita bersyukur di toraja utara selama ini energi berasal dari energi baru dan terbarukan, ada dua pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan juga di topang oleh pembangkit listrik tenaga air dari malea, sehingga pembangkit listrik di Toraja sepenhnya memakai sumber dari energi yang terbarukan,”
ungkapnya .

Lanjut victor, kebijakan energi terbarukan telah di tuangkan dalam rencana pembangunan jangka panjang tahun 2025 hingga 2029, “Toraja Utara ini mempunyai tiga hal, alamnya,budayanya dan sumber daya manusia, alam ini di karuniakan bukan dalam bentuk sumber daya alam, mineral atau batu-batuan tapi dalam bentuk keindahan alam dan sumber air, dimana sungai sa’dan ini adalah sungai yang daerah alirannya saja itu delapan kali lebih luas dari daerah Toraja Utara yaitu sekitar 8.000 lebih meter persegi, jadi potensi yang besar tidak saja untuk pertanian tapi sekaligus juga untuk pembangkit listrik” tutup mantan wakil Bupati Torut periode 2021-2025 yang akrab di sapa bro Dedi itu.

Seminar juga di hadiri oleh narasumber dari Civitas Akademik UKI Toraja, Dr. Ir. Petrus Sampelewang, M.T yang memaparkan dampak dari energi tidak terbarukan dan energi terbarukan bagi alam dan keberlangsungan hidup manusia serta strategi pemanfaatannya.
Usai seminar, Manager PLN UP 3 Palopo, Rathy Shinta Utami kepada awak media, Mengucapkan Terima Kasih kepada semua pihak baik itu dari Pemda Toraja Utara, Tana Toraja dan Forkopimda serta UKI Toraja atas Terselenggarakannya Seminar Kelistrikan ini.

“Harapan kami seminar ini dapat memberikan edukasi kepada mahasiswa dan mahasiswi UKI Toraja terkait pentingnya transisi energi, dan kami juga berharap ada wawasan dan penambahan pengetahuan terhadap mereka, serta memuculkan inovasi-inovasi baru yang dapat mempercepat transisi energi, karena dampak transisi energi ini sudah mulai kita rasakan juga saya berharap inovasi-inovasi itu salah satunya muncu dari bumi Toraja ini dan dapat kita kembangkan ke seluruh Indonesia,”jelas Rathy.

Rathy menambahkan, seminar ini juga telah dilaksanakan di beberapa daerah untuk memberikan pemahaman terkait transisi energi, yang menyasar semua elemen, baik itu kalangan Mahasiswa dan Pelajar, juga memberikan sosialisasi kepada Masyarakat secara luas.(Yudi)