PALOPO– PLN UP3 Palopo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transisi energi di Indonesia melalui edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palopo, Rakhmat Anshary Iskandar, sebagai narasumber pada Seminar Energi yang diselenggarakan oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Palopo dengan mengusung tema “Transisi Energi Berkeadilan Menuju Net Zero Emission dan Kedaulatan Energi Luwu Raya,Jumat(24/07/2026).”
Seminar ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat umum untuk memperdalam pemahaman mengenai tantangan serta peluang transisi energi menuju sistem energi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan berkeadilan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Bisnis Universitas Mega Buana Palopo, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Seminar ini juga menjadi implementasi dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara PLN UP3 Palopo dan Universitas Mega Buana Palopo dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, PLN membuka ruang kolaborasi bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta edukasi kepada masyarakat mengenai ketenagalistrikan dan transisi energi.
Dalam paparannya, Rakhmat Anshary Iskandar menjelaskan peran strategis PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional dalam mendukung agenda transisi energi. Berbagai langkah yang dilakukan PLN antara lain melalui pengembangan pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT), penguatan keandalan sistem kelistrikan, digitalisasi layanan, hingga implementasi peta jalan perusahaan menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
“Transisi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi fosil menjadi energi bersih, tetapi juga memastikan seluruh lapisan masyarakat memperoleh akses energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta generasi muda sebagai motor perubahan,” ujar Rakhmat Anshary Iskandar.
Ia menambahkan bahwa wilayah Luwu Raya memiliki potensi besar dalam pengembangan energi bersih. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mewujudkan kedaulatan energi daerah sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia.
“Perguruan tinggi merupakan mitra strategis dalam mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul. Melalui kerja sama yang telah terjalin dengan Universitas Mega Buana Palopo, kami berharap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, meningkatkan literasi ketenagalistrikan, serta menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di wilayah Luwu Raya,” tambah Rakhmat.
Ketua LMND Kota Palopo, Egar Muhammad, mengapresiasi kehadiran PLN UP3 Palopo yang telah memberikan wawasan komprehensif mengenai arah kebijakan transisi energi nasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP3 Palopo, khususnya kepada Bapak Rakhmat Anshary Iskandar, yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai transisi energi. Seminar ini memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan sistem energi yang berkeadilan, berkelanjutan, serta mendukung kemandirian energi di Luwu Raya. Kami berharap sinergi antara LMND, PLN, dan Universitas Mega Buana Palopo dapat terus terjalin melalui berbagai kegiatan edukasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang,” ungkap Egar Muhammad.
Melalui kolaborasi antara PLN, perguruan tinggi, dan organisasi kemahasiswaan, seminar ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang mendukung tercapainya target Net Zero Emission (NZE), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transisi energi yang berkeadilan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kedaulatan energi serta pembangunan berkelanjutan di wilayah Luwu Raya.
Seminar berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas berbagai isu strategis, mulai dari bauran energi nasional, tantangan implementasi energi baru terbarukan, hingga peluang pengembangan energi berkelanjutan di wilayah Luwu Raya.(*)

