– Satu-Satunya Miliki HPLC di Luwu Raya
PALOPO–Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Provinsi Sulawesi Selatan, mencatat peningkatan jumlah mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh program studi yang dikelola fakultas, sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat fasilitas pendidikan dan mengembangkan program studi baru.
Dekan FIKes UM Palopo, Bdn. Patmahwati, S.ST., M.Keb., mengatakan, saat ini FIKes UMPalopo memiliki empat program studi, yakni S1 Farmasi, S1 Gizi, S1 Kebidanan, dan Program Profesi Bidan.
Berdasarkan data penerimaan mahasiswa, jumlah mahasiswa baru S1 Farmasi meningkat dari 80 menjadi 93 orang. S1 Gizi juga mengalami kenaikan dari 30 menjadi 45 orang. Sementara S1 Kebidanan bertambah dari 40 menjadi 70 orang.
Peningkatan signifikan turut terjadi pada Program Profesi Bidan. Jika pada tahun sebelumnya jumlah penerimaan berkisar 10 hingga 20 mahasiswa, tahun akademik ini meningkat menjadi 70 mahasiswa.
“Peningkatan jumlah mahasiswa ini tidak terlepas dari upaya fakultas dalam menjaga mutu pendidikan, mulai dari kualitas pembelajaran hingga penyediaan fasilitas penunjang praktik mahasiswa,” katanya.
Salah satu bentuk pengembangan fasilitas tersebut adalah pengadaan instrumen laboratorium modern, yakni High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Dalam bidang farmasi, HPLC merupakan alat analisis yang digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, serta mengukur kadar zat aktif yang terkandung dalam obat maupun bahan baku obat.
Melalui teknologi ini, mahasiswa dapat mempelajari proses analisis kandungan obat untuk mengetahui komposisi, kadar zat aktif, hingga kemungkinan adanya zat pengotor atau kontaminan. HPLC juga memiliki peran penting dalam penelitian dan pengembangan obat, termasuk pengujian mutu serta stabilitas sediaan farmasi.
Andi Rahim Datangkan Investasi Rp184 Miliar Lewat Pabrik Pengolahan Kakao di SIBF 2026 di Lutra
Keberadaan alat tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktikum menggunakan instrumen yang juga dimanfaatkan dalam industri farmasi, laboratorium pengujian, dan kegiatan penelitian. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami teori analisis obat, tetapi juga mendapatkan keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja kefarmasian.
Patmahwati menyebutkan, UMPalopo menjadi satu-satunya perguruan tinggi (PT) farmasi di Kota Palopo yang memiliki peralatan HPLC tersebut. Keberadaan fasilitas ini menjadi salah satu keunggulan FIKes UM Palopo dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada Program Studi S1 Farmasi.
Ia menegaskan, laboratorium memiliki peran penting dalam menunjang kompetensi mahasiswa, terutama pada bidang kesehatan yang membutuhkan keterampilan praktik dan penguasaan teknologi. Karena itu, pengembangan fasilitas laboratorium terus menjadi perhatian fakultas agar proses pembelajaran selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Selain penguatan fasilitas, FIKes UM Palopo juga tengah mempersiapkan pembukaan program studi baru, yakni Program Profesi Apoteker yang ditargetkan mulai menerima mahasiswa pada Tahun Akademik 2027/2028.
“Saat ini, persiapan masih berlangsung, termasuk pembenahan sejumlah fasilitas laboratorium yang akan menunjang pelaksanaan pendidikan profesi tersebut, di antaranya laboratorium CBT dan OSJ,” urai Patmahwati.
Di sisi lain, lanjut dia, upaya memperluas jangkauan penerimaan mahasiswa baru juga terus dilakukan melalui sosialisasi dan promosi pendidikan. Jangkauan promosi tidak hanya menyasar wilayah Sulawesi Selatan, tetapi juga sejumlah daerah di luar Pulau Sulawesi. Hal ini tercermin dari latar belakang daerah asal mahasiswa FIKes UM Palopo yang semakin beragam, diantaranya berasal dari Kutai dan Papua.
Fleksibilitas sistem pembelajaran pada Program Profesi Bidan juga menjadi salah satu daya tarik bagi calon mahasiswa. Melalui sistem hybrid, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan secara daring maupun luring sesuai ketentuan akademik.
Sistem tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang telah bekerja untuk tetap melanjutkan pendidikan tanpa harus selalu berada di Kota Palopo. Meski demikian, kehadiran langsung di kampus tetap diwajibkan pada waktu-waktu tertentu sesuai kebutuhan perkuliahan dan praktik.
Terkait prospek kerja, Patmahwati menilai seluruh program studi di FIKes memiliki peluang karir masing-masing. Namun, S1 Gizi dan S1 Farmasi menjadi dua program studi yang menunjukkan perkembangan jumlah peminat dari tahun ke tahun.
Khusus bidang gizi, hadirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan. Kebutuhan tenaga ahli gizi semakin penting, baik dalam lingkungan pendidikan maupun pelayanan masyarakat.
Peluang tersebut juga terlihat dari penyerapan lulusan S1 Gizi UM Palopo. Dari 16 alumni angkatan pertama, seluruhnya telah memperoleh pekerjaan. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mendapatkan panggilan kerja sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian prosesi wisuda.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif bagi fakultas dalam mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.
FIKes UM Palopo berharap peningkatan jumlah mahasiswa dapat terus berlanjut pada tahun akademik mendatang. Pengembangan program studi, pembenahan fasilitas laboratorium, serta perluasan jaringan promosi pendidikan menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing fakultas.
Menutup keterangannya, Patmahwati mengajak generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di UM Palopo, khususnya di Fakultas Ilmu Kesehatan. Ia menilai, pendidikan di bidang kesehatan bukan sekadar jalan untuk membangun karier profesional, melainkan juga menjadi kesempatan untuk mengabdikan diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, tenaga kesehatan merupakan profesi yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi karena setiap pelayanan yang diberikan pada dasarnya bertujuan membantu dan menyelamatkan kehidupan sesama. (putri)

