PALOPO–Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Bogar, Kota Palopo, mengajarkan siswanya peduli lingkungan melalui daur ulang sampah plastik menjadi
kerajinan tangan hingga bernilai ekonomis. Tak hanya mendapatkan pendidikan di dalam kelas, peserta didik juga dibekali pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan peduli lingkungan sejak dini.

Salah satunya dengan mengajarkan siswa mengolah sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat, seperti pot bunga, hiasan dinding, dan aneka kerajinan tangan lainnya.

Sebagai sekolah ramah lingkungan, SDN 6 Bogar menerapkan sejumlah program, di antaranya Lisa Pupil (Lihat Sampah, Pungut, Pilah), One Child One Plant atau satu anak satu tanaman untuk dipelihara, serta prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Tak hanya diolah menjadi kerajinan, sampah plastik yang dikumpulkan juga memiliki nilai ekonomi. Sampah tersebut terlebih dahulu disimpan di bank sampah sekolah sebelum selanjutnya diolah dan dimanfaatkan, termasuk untuk dijual.

Kepala SDN 6 Bogar, Hj. Suciati Bakri, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus membangun kreativitas dan kemandirian siswa sejak dini.

“Melalui program ini, kami ingin membiasakan anak-anak menjaga kebersihan lingkungan, memilah sampah, serta memahami bahwa sampah tidak selamanya menjadi sesuatu yang tidak berguna, tetapi juga bisa memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ujarnya.

Suciati berharap agar SDN 6 Bogar Palopo dapat membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan. (nada)