PALOPO–Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo telah memasuki Gelombang III. Antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan terus menunjukkan peningkatan, dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai ratusan orang dan masih terus bertambah.

Wakil Ketua I STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo, Dr. Tanwir Djafar, mengatakan tingginya minat calon mahasiswa baru menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan kesehatan tersebut.

Ia menjelaskan, untuk Tahun Akademik 2026/2027, pihaknya menetapkan kuota yang terbatas. “Setiap program studi hanya membuka satu kelas sehingga jumlah mahasiswa yang diterima akan disesuaikan dengan kapasitas yang telah ditentukan,” katanya.

Menurutnya, berbagai upaya promosi terus dilakukan guna menjangkau calon mahasiswa baru dari berbagai daerah. Selain melakukan sosialisasi langsung ke SMA dan SMK, kampus juga memanfaatkan media sosial, media cetak, serta menjalin kerja sama publikasi dengan Harian Seruya sebagai mitra media.

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 di STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo telah memasuki Gelombang III. Antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan terus menunjukkan peningkatan, dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai ratusan orang dan masih terus bertambah.

Dr. Tanwir menambahkan, proses PMB direncanakan berlangsung hingga Gelombang IV yang dijadwalkan berakhir pada Agustus 2026. Namun, apabila kuota yang tersedia telah terpenuhi pada Gelombang III, maka penerimaan mahasiswa baru akan ditutup lebih awal.

Ia berharap masyarakat, khususnya lulusan SMA dan SMK, dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pendidikan di STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo.

“Dengan dukungan tenaga pendidik yang kompeten serta fasilitas pembelajaran yang terus dikembangkan, STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo optimistis dapat terus berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Luwu Raya dan Sulawesi Selatan,” kata Dr Tanwir. (putri)