BELOPA — Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan hingga kini masih minim peminat. Memasuki hari kesembilan sejak diumumkan pada 5 Mei 2026 lalu, tercatat baru satu orang yang mendaftar.
Menariknya, pendaftar tersebut bukan berasal dari jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Luwu. Ia diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Jakarta.
Hal itu diungkap Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Muhammad Arsyad, Selasa (12/5/2026). “Sampai hari ini baru satu orang PNS dari Jakarta yang mendaftar,” ujar Arsyad.
Diketahui, ASN asal Jakarta itu bernama Didi Indrawan yang berprofesi sebagai guru di SMPN 18 DKI Jakarta.
Arsyad menjelaskan, Didi Indrawan sebelumnya juga pernah mengikuti seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Namun saat itu yang bersangkutan tidak melanjutkan proses hingga tahap penyerahan berkas persyaratan. “Yang bersangkutan sebelumnya juga sempat mendaftar JPTP, hanya saja tidak menyerahkan dokumen persyaratan,” jelasnya.
Kendati demikian, Arsyad memastikan proses seleksi terbuka tetap berjalan sesuai tahapan. Pendaftaran sendiri masih dibuka hingga 19 Mei 2026.
Ia juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi ASN yang memenuhi syarat untuk ikut dalam seleksi jabatan Sekda tersebut. “Kalau memenuhi persyaratan, siapapun ASN itu dapat ikut serta dalam selter ini. Yang terpenting memiliki kapasitas manajerial, integritas, dan pengalaman birokrasi yang memadai untuk membantu kepala daerah menjalankan roda pemerintahan,” tandas Arsyad.
Adapun syarat bagi ASN yang ingin mengikuti seleksi jabatan Sekda di antaranya masih aktif di instansi pemerintah, pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan administrator. Serta memiliki kompetensi teknis, manajerial dan sosial kultural sesuai standar jabatan.
Untuk batas usia, pelamar dari jabatan administrator maupun fungsional ahli madya maksimal berusia 56 tahun. Sedangkan pelamar yang sedang atau pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama dibatasi maksimal 58 tahun. (mat)

