PALOPO–Sejumlah pohon Natal berjejer di median jalan Andi Djemma Palopo menjadi pemandangan menarik jelang perayaan Hari Natal 25 Desember dan Tahun Baru 2026 di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Apalagi saat malam hari, deretan pohon Natal itu semakin menambah keindahan malam di sepanjang median jalan di tengah kota bermotto ‘Idaman’ ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah kota ini, simbol perayaan Natal bersanding dengan hiruk pikuk arus lalu lintas utama, membawa pesan yang lebih dalam dari sekadar hiasan: pesan kerukunan.
Sejak malam, 23 Desember 2025, saat sebagian besar warga Palopo mulai terlelap, sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palopo masih sibuk bekerja memasang pohon Natal tersebut. Dengan telaten, mereka memastikan ikon-ikon Natal tersebut terpasang dengan kokoh di titik-titik strategis, mulai dari perempatan kantor Walikota hingga poros Binturu.
Malam semakin larut di Jalan Andi Djemma, namun cahaya dari ikon-ikon Natal itu tetap terang, seolah menjanjikan bahwa di Palopo, keberagaman adalah kekuatan, dan toleransi adalah identitas yang akan terus dirawat
Pemasangan ikon Natal ini tak pelak mencuri perhatian warga yang melintas. Kilauan lampu dari pohon natal mini di sepanjang median jalan memberikan nuansa estetika baru yang mempercantik wajah kota di malam hari. Bagi masyarakat, ini bukan hanya soal dekorasi, melainkan pengakuan akan keberagaman yang hidup berdampingan di “Kota Idaman” ini.
Langkah kecil di median jalan ini seolah menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan keyakinan, ruang publik adalah milik bersama.
Kota Palopo sedang bersolek, bukan hanya untuk menyambut tahun yang baru, tetapi untuk merayakan kedewasaan dalam beragama.
Selain mempercantik kota, suasana damai ini diharapkan dapat mengiringi persiapan warga yang akan mudik atau merayakan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pemandangan baru ini bukanlah tanpa alasan. Kehadiran ikon Natal di ruang publik ini merupakan buah pemikiran Walikota Palopo, Hj Naili Trisal yang menyerap aspirasi dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB). ”Ini adalah wujud nyata toleransi kita di Palopo,” ujar Kepala BLH Kota Palopo, Emil Anugrah.
“Kedepannya, setiap hari raya besar agama apa pun yang diakui di Indonesia akan disambut dengan cara yang sama—dengan pemasangan ikon religius yang merepresentasikan kebahagiaan umat yang merayakan,” lanjut Emil. (nada)

