MALILI–Kepolisian Resort (Polres) Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, mulai menyelidiki bermasalahnya pengadaan 24 unit ambulance desa yang dananya bersumber dari CSR PT Vale. Sejumlah pihak terkait pengadaan ambulance 24 desa di daerah berjuluk ‘Bumi Batara Guru’ akan dipanggil untuk dimintai keterangannya.

Kasi Humas Polres Lutim, AKP Muhammad Husain, membenarkan adanya beberapa pihak yang akan dimintai keterangan. “Surat panggilan telah dilayangkan kepada pihak terkait sejak tanggal 13 Mei 2026. Rencananya hari Senin (18/05/2026), para pihak itu dijadwalkan memenuhi undangan klarifikasi perihal mekanisme pengadaan mobil ambulance di Polres Lutim,” kata AKP Husain, Kamis (14/5/2026).

Informasi dihimpun KORAN SERUYA, surat panggilan ditujukan kepada manajemen PT Vale selaku pengelola program CSR, termasuk pemilik perusahaan (Vendor) PT Malili Supply Utama. Selain itu juga telah dijadwalkan pemanggilan seluruh kepala desa sebagai penerima manfaat armada ambulance.

Pengadaan ambulance untuk 24 desa pemberdayaan PT Vale di Lutim bertujuan mendukung program Pemkab Lutim di bidang kesehatan yang diberi label ‘ Garda Sehat. Pengadaan mobil ambulance ini dicover melalui dana CSR PT Vale tahun 2025 masing-masing Rp300 juta/tahun. Sedangkan harga ambulance yang ditawarkan vendor kepada 24 desa setiap unitnya sebesar Rp285 juta.

Sebanyak 24 desa telah mentransfer dana ke rekening perusahaan PT Malili Supply Utama selaku Vendor sebesar Rp250 juta. Sisanya Rp35 juta akan diserahkan setelah ambulance diterima masing-masing desa, sesuai dengan klausal kontrak.

“Kalau tidak salah dalam klausal kontrak dimulai pada 22 Januari 2026 hingga 22 April 2026, namun sampai sekarang ambulance belum kami terima. Bahkan berulang kali vendornya, Pak Erwin Sandi kami hubungi tapi lost contact,” kata salah satu kepala desa enggan namanya dipublis.

Sejak pengadaaan ambulance desa ini menuai masalah, nama Erwin Sandi jadi sorotan publik. Om Bot, begitu Erwin Sandi akrab disapa warga di Malili, pihak yang paling dicari karena sebagai pihak vendor. Namun sejak masalah ini mencut ke publik, Om Bot hilang bagai ditelan bumi. Publik pun di Lutim bertanya,”Dimana dirimu Om Bot?”

Adapun 24 desa di Lutim yang telah berkontrak dengan PT Malili Supply Utama perihal pengadaan armada ambulance:

1. Desa Baruga kecamatan towuti
2. Matompi kecamatan Towuti
3. Magani kecamatan Nuha
4. Nuha kecamatan Nuha
5. Sorowako kecamatan Nuha
6. Wawondula kecamatan Towuti
7. Wasuponda kecamatan wasuponda
8. Ledu Ledu kecamatan Wasuponda
9. Nikkel kecamatan Nuha
10. Wewangriu kecamatan Malili
11. Balambano kecamatan Wasuponda
12. Pasi-pasi kecamatan Malili
13. Parumpanai kecamatan wasuponda
14. Puncak Indah kecamatan Malili
15. Pongkeru kecamatan Malili
16. Baruga kecamatan Malili
17. Asuli kecamatan Towuti
18. Pekaloa kecamatan Towuti
19. Tole kecamatan Towuti
20. Mahalona kecamatan Towuti
21. Kelurahan Malil kecamatan Malilii
22. ⁠Tabarano kecamatan Wasuponda
23. Rante Angin kecamatan Towuti
24. ⁠Kawata kecamatan Wasuponda. (***)