– Hasniawati: Penerimaan Santri Baru Dibuka Hingga Juni 2026
PALOPO–Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid Assallangnge Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali membuka Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027, untuk jenjang Madrasah Aliyah atau MA. Saat ini proses penerimaan santri baru memasuki gelombang ketiga. Pendaftaran mulai Mei hingga Juni 2026 mendatang.
Kepala Madrasah Nurul Jadid Assallangnge Bua, Hasniawati, S.Pd mengatakan, pihaknya menyediakan tiga gelombang pendaftaran guna memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya di pesantren tersebut.
Hasniawati menjelaskan, proses pendaftaran dirancang semudah mungkin agar dapat dijangkau seluruh masyarakat. “Selain datang langsung ke pondok, calon santri juga dapat melakukan pendaftaran secara online dengan memindai barcode yang tersedia pada brosur resmi pondok pesantren,” kata Hasniawati, Kamis (14/5/2026).
Khusus untuk jenjang Madrasah Aliyah, pihak pondok memberikan gratis biaya pembangunan bagi 10 pendaftar pertama sebagai bentuk apresiasi dan kemudahan bagi calon santri baru. “Kuota penerimaan untuk jenjang Madrasah Aliyah tahun ini hanya dibuka sebanyak 50 santri agar proses pembinaan dan pembelajaran di pondok bisa lebih maksimal dan terarah,” jelas Hasniawati.

Saat ini, pendaftaran sudah memasuki gelombang ketiga dan baru terdapat sekitar tiga calon santri yang mendaftar. Tentu ini menjadi kesempatan besar bagi calon santri karena masih memberikan gratis biaya pembangunan khusus bagi 10 pendaftar pertama. “Program ini tentu menjadi nilai tambah bagi calon santri dan orang tua karena dapat meringankan biaya awal masuk pondok,” katanya.
Adapun syarat administrasi pendaftaran meliputi fotokopi akta kelahiran, fotokopi kartu keluarga, fotokopi BPJS sebanyak lima lembar, fotokopi raport terakhir, serta mengisi formulir pendaftaran dengan biaya administrasi sebesar Rp250 ribu. Selain melengkapi administrasi, calon santri juga akan mengikuti tes kemampuan dasar berupa tes akademik dan tes membaca Al-Qur’an.
Hasniawati menambahkan, setelah dinyatakan lolos seleksi, santri hanya perlu mempersiapkan diri untuk memasuki kehidupan pesantren karena fasilitas utama seperti ranjang, kasur, lemari hingga seragam telah disediakan pihak pondok. “Calon santri juga cukup menyiapkan pakaian dan perlengkapan pribadi saja. Jika membutuhkan perlengkapan tambahan, Minimarket Santri kami juga sudah menyediakannya secara lengkap,” katanya.

Pondok Pesantren Nurul Jadid Assallangnge Bua memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi daya tarik utama bagi masyarakat, yakni program Tahfidzul Qur’an dan membaca kitab kuning menggunakan metode Amtsilati. Metode Amtsilati sendiri dikenal sebagai metode cepat membaca kitab kuning dan menjadi satu-satunya yang diterapkan di pondok pesantren wilayah Luwu Raya.
Hasniawati berharap seluruh proses seleksi penerimaan santri baru tahun ini dapat berjalan lancar, tertib, adil dan transparan serta melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia dan memiliki landasan nilai keislaman yang kuat. (putri)

