PALOPO–Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Muhammadiyah Palopo (UMPalopo), Sulawesi Selatan, kembali menghadirkan kuliah tamu sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi dengan dunia industri. Mengusung tema “Pengetahuan Dasar Filsafat Rekayasa dan Operasi Pertambangan”, kegiatan ini menghadirkan praktisi pertambangan nasional untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa.

Kuliah tamu yang diselenggarakan pada Senin (6/7) di Auditorium Lantai 3 Kampus I UMPalopo tersebut merupakan inisiatif Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Teknik Pertambangan. Narasumber utama adalah Awan Hidayat, S.T., Manager Engineering PT Pusaka Tanah Persada.

Dalam pemaparannya, Awan Hidayat menjelaskan pentingnya filosofi rekayasa dalam setiap proses operasi pertambangan. Menurutnya, seorang insinyur tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki pola pikir analitis, integritas, serta komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Selain menyampaikan materi konseptual, Awan juga membagikan pengalaman selama berkarier di industri pertambangan. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai tantangan dunia kerja, perkembangan teknologi pertambangan, hingga kompetensi yang dibutuhkan perusahaan saat ini.

Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui sesi tanya jawab, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus memperluas wawasan tentang peran seorang insinyur pertambangan di lapangan.

Kuliah tamu ini turut dihadiri Ketua Program Studi Teknik Pertambangan UM Palopo Ir. Ahmad Fithry A. Lopa, S.T., M.T., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Muh. Zaenal, S.Sos., M.Si., serta Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi Sahrir, S.Pd., M.Pd. Kehadiran pimpinan fakultas menunjukkan dukungan terhadap penguatan kualitas pembelajaran melalui sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan UM Palopo, Ir. Ahmad Fithry A. Lopa, S.T., M.T., menegaskan bahwa lulusan teknik pertambangan harus memiliki keseimbangan antara penguasaan teori dan pemahaman praktik di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas melalui interaksi langsung dengan para profesional di industri. Karena itu, Program Studi Teknik Pertambangan UM Palopo terus membangun kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan pertambangan agar mahasiswa memiliki wawasan, jejaring, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan, kuliah tamu merupakan salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan program studi untuk memperkaya pengalaman akademik mahasiswa. Selain perkuliahan di kelas, mahasiswa juga dibekali melalui praktikum, kegiatan lapangan, seminar profesional, hingga pembelajaran bersama praktisi industri.

Melalui berbagai program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kompetensi profesional, serta lebih siap menghadapi tantangan industri pertambangan yang terus berkembang.

Program Studi Teknik Pertambangan UM Palopo sendiri terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Komitmen tersebut didukung oleh tenaga pengajar yang profesional, kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, serta kemitraan dengan berbagai perusahaan pertambangan.

Kuliah tamu ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pengalaman belajar langsung dari para praktisi, mahasiswa diharapkan mampu memahami tantangan profesi secara lebih komprehensif sekaligus mempersiapkan diri menjadi insinyur pertambangan yang profesional dan berintegritas. (putri)