UNIVERSITAS Kurnia Jaya Persada (UKJP) Palopo terus mencatatkan trend positif dalam beberapa waktu terakhir, membuktikan diri sebagai kampus yang mampu bersaing di tengah ketatnya dunia pendidikan tinggi di Luwu Raya. Dalam kesempatan ini, kami ingin mengajak Anda mengenal lebih dekat sosok yang saat ini menahkodai kampus yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kota Palopo tersebut.

Dialah Prof. drg. Mansur Nasir Ph.D, Rektor Universitas Kurnia Jaya Persada Palopo, yang terus bekerja dalam memajukan kampus yang dipimpinnya itu. Berlatar belakang akademik di bidang kedokteran gigi dan pengalaman panjang dalam dunia pendidikan tinggi, pria kelahiran Wotu, Luwu Timur tersebut dikenal sebagai pribadi yang tegas, visioner, namun tetap dekat dengan mahasiswa dan civitas akademika.

Sejak dilantik sebagai rektor UKJP Palopo pada 13 Mei 2025 lalu, Prof. Mansur telah mendorong berbagai inovasi, termasuk perluasan kerja sama dengan berbagai pihak. Dibawah kepemimpinannya, kampus ini mengalami peningkatan signifikan dalam peningkatan mutu pendidikan.

Tak hanya fokus pada aspek akademik, Prof. Mansur juga aktif membangun budaya akademik yang inklusif dan kolaboratif. Ia kerap turun langsung berdialog dengan mahasiswa, mendengarkan aspirasi, serta membuka ruang diskusi terbuka.

“Kemajuan universitas tidak cukup hanya dilihat dari angka. Yang lebih penting adalah rasa memiliki yang tumbuh di antara dosen, mahasiswa, dan seluruh elemen kampus,” ujarnya dalam sebuah wawancara eksklusif bersama KORAN SERUYA, baru-baru ini.

Prof Mansur Nasir memulai perjalanan akademiknya di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, kampus dimana dia aktif sebagai Ketua Senat Mahasiswa. Kariernya dimulai pada 1974 sebagai dosen muda di fakultas tersebut hingga akhirnya mendapat beasiswa dari Kementerian Pendidikan Jepang untuk menempuh studi S3 selama 5 setengah tahun, dan berhasil menyelesaikan program tersebut pada Maret 1993.

Sepulang dari Jepang, Mansur dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di Universitas Hasanuddin, mulai dari Wakil Dekan III hingga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Gigi. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota Majelis Wali Amanah (MWA) dalam program pemerintah PTN BH.

“Saya memulai karier sebagai dosen muda. Dari sana, saya belajar bahwa dunia akademik menuntut konsistensi, pengabdian, dan semangat terus belajar,” kenangnya.

Di luar kampus, kiprah Prof Mansur tak kalah besar. Pria kelahiran 25 Juni 1954 itu memperkenalkan olahraga dayung di lingkungannya. Dia aktif dalam Rotary Club International hingga menggagas kegiatan sosial seperti penyuluhan literasi dan pendirian perpustakaan desa. Ia juga mendirikan klinik yang kemudian berkembang menjadi puskesmas, serta giat mendorong program kesehatan masyarakat, mulai dari pencegahan stunting, penyediaan air bersih, hingga penyuluhan kesehatan gigi ke berbagai daerah.

“Saya percaya, perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat. Itulah sebabnya saya aktif mendorong program kesehatan, literasi, hingga penyediaan air bersih di berbagai daerah,” terang mantan pembina Unit Renang Mahasiswa Unhas Makassar tersebut

Ketertarikannya pada dunia kepemimpinan kampus tumbuh dari keinginannya melihat perubahan nyata di daerah, terutama di Wilayah Luwu Raya, Tanah Kelahirannya.

Dengan segudang pengalaman, Prof. Mansur kini menjadi figur penting dalam pengembangan UKJP Palopo. Dipundaknya pun kini tersematkan tugas mulia, berharap bahwa di bawah kepemimpinannya UKJP Palopo dapat terus mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing tinggi di tengah menjamurnya perguruan tinggi terkemuka di Luwu Raya, terkhusus Kota Palopo, atau kampus diluar Kota Makassar. (zul)