BELOPA–Kondisi cuaca ekstrem di masa pancaroba ini patut diwaspadai. Di Luwu, tepatnya di pesisir Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Luwu, Sulawesi Selatan, angin puting beliung disertai hukan deras menyapu wilayah itu.
Bencana alam ini, Jumat (8/5/2026) menyebabkan rumah warga rusak, termasuk puluhan perahu nelayan ikut diterjang angin puting beliung. Peristiwa itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam, hingga Jumat dini hari, pukul 04.00 WITA.
Warga yang sedang beristirahat mendadak panik saat angin kencang datang dan menghantam kawasan pesisir. “Angin puting beliung
datang secara tiba-tiba, banyak perahu nelayan rusak dan ada rumah warga juga ikut rusak,” kata tokoh masyarakat Bonepute, H. Anton Arif.
Hasmawati, salah satu warga yang rumahnya rusak. Bagian atap rumahnya terangkat akibat terpaan angin kencang. Sementara itu,
Ambo Tang, salah satu nelayan mengaku perahu miliknya rusak berat hingga tidak bisa lagi dipakai melaut.
Selain Ambo Tang, sejumlah nelayan lain yang juga mengalami kerusakan berat pada perahunya, seperti Darto, Tahang, M. Aras, dan Muslimin.
Satu unit alat tangkap ikan jenis bagang juga dilaporkan hancur diterjang angin dan gelombang tinggi. Hingga saat ini, masih terdapat nelayan yang belum kembali ke darat akibat kondisi cuaca dan ombak yang masih tinggi. Salah satunya adalah Sarming yang masih bertahan di bagangnya sambil menunggu kondisi laut membaik.
Camat Larompong Selatan, Muh. Anshari Djafar, bersama pemerintah setempat, BPBD, dan Dinas Sosial telah turun langsung melakukan pemantauan serta pendataan di lokasi terdampak. Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar meningkatkan kewaspadaan saat melaut mengingat kondisi cuaca saat ini cepat berubah dan berpotensi membahayakan keselamatan.
Sementara itu, informasi dihimpun KORAN SERUYA, selain di Bonepute, banjir juga dilaporkan terjadi di Desa Sampano dan Desa Temboe. Saat ini pemerintah desa bersama BPBD dan Dinas Sosial masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut. (***)

