Sambut HUT Polwan, Briptu Sri Ratnasari Wakili Polres Palopo Ikuti Lomba MC

196
ADVERTISEMENT

PALOPO – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar lomba master of ceremony (MC) se-Polres jajaran yang berada di wilayah hukumnnya. Untuk Polres Palopo, dipilih Briptu Sri Ratnasari.

Kabag Ren Polres Palopo, Kompol Yerlin Tendi Kate mengatakan kompetisi ini digelar untuk menyambut hari jadi polisi wanita (Polwan) yang jatuh pada tanggal 1 September setiap tahunnya.

ADVERTISEMENT

“Kami optimis, Polwan Polres Palopo mampu meraih prestasi, termasuk dalam kompetisi ini. Pemilihan Briptu Sri Ratnasari karena dia dianggap cakap dalam membawa sebuah acara,” jelas Kompol Yerlin.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Palopo, AKP Edy Sulistyono mengatakan peserta direkam dalam membawakan sebuah acara. Hasil rekaman itu lalu dikirim ke Polda Sulsel. “Tepat hari jadi Polwan, pemenang akan diumumkan Polda,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

AKP Edy menjelaskan, Polwan di Indonesia lahir pada 1 September 1948, berawal dari kota Bukittinggi, Sumatera Barat, tatkala Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) menghadapi Agresi Militer Belanda II, dimana terjadinya pengungsian besar-besaran pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan rumah mereka untuk menjauhi titik-titik peperangan.

Untuk mencegah terjadinya penyusupan, para pengungsi harus diperiksa oleh polisi, namun para pengungsi wanita tidak mau diperiksa apalagi digeledah secara fisik oleh polisi pria

ADVERTISEMENT

“Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Indonesia menunjuk SPN (Sekolah Polisi Negara) Bukittinggi untuk membuka Pendidikan Inspektur Polisi bagi kaum wanita. Setelah melalui seleksi terpilihlah enam orang gadis remaja yang kesemuanya berasal dari Sumatera,” jelas AKP Edy.

“Mereka yang terpilih adalah, Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono, Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, dan Rosnalia Taher,” sambungnya.

Keenam gadis remaja tersebut secara resmi tanggal 1 September 1948 mulai mengikuti Pendidikan Inspektur Polisi di SPN Bukittinggi. Sejak saat itu dinyatakan lahirlah Polisi Wanita yang akrab dipanggil Polwan. Keenam Polwan angkatan pertama tersebut juga tercatat sebagai wanita ABRI pertama di tanah air yang kini kesemuanya sudah pensiun dengan rata-rata berpangkat Kolonel Polisi (Kombes).

Tugas Polwan di Indonesia terus berkembang tidak hanya menyangkut masalah kejahatan wanita, anak-anak dan remaja, narkotika dan masalah administrasi bahkan berkembang jauh hampir menyamai berbagai tugas polisi prianya. Bahkan di penghujung tahun 1998, sudah lima orang Polwan dipromosikan menduduki jabatan komando (sebagai Kapolsek). Hingga tahun 1998 sudah 4 orang Polwan dinaikkan pangkatnya menjadi Perwira Tinggi berbintang satu.

Kenakalan anak-anak dan remaja, kasus perkelahian antar pelajar yang terus meningkat dan kasus kejahatan wanita yang memprihatinkan dewasa ini adalah tantangan amat serius Korps Polisi Wanita untuk lebih berperan dan membuktikan eksistensinya di tubuh Polri. Hingga saat ini juga sudah ada Polwan yang memegang jabatan sebagai Kapolres. (liq)

ADVERTISEMENT