“Saya Menunggu Dibunuh Taliban di Rumah” Kata Walikota Wanita Pertama di Afghanistan Pasrah

240
Zarifa Ghafari
ADVERTISEMENT

KORANSERUYA.COM–Situasi keamanan di Afghanistan kian memanas. Warga sipil khawatir akan jadi korban pembunuhan kelompok Taliban. Tak terkecuali, walikota perempuan pertama di Afghanistan, Zarifa Ghafari, 29 tahun.

Zarifa Ghafari kini pasrah. Dia mengaku hanya menunggu kedatangan Taliban ke rumahnya untuk membunuhnya. Apalagi saat ini, tidak ada pertolongan yang datang kepadanya atau keluarganya.

“Saya duduk di sini menunggu mereka untuk datang. Tidak ada seorang pun yang datang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama keluarga saya dan suami saya. Dan mereka akan datang ke orang-orang seperti saya dan membunuh saya,” tuturnya dilansir The Sun, Rabu (18/8/2021) lalu.

Zarifa Ghafari mengaku tidak bisa kemana-mana, apalagi pergi dari Afghanistan dan meninggalkan keluarganya. Alasan utamanya dia tidak tahu mau pergi kemana.
“Saya tidak bisa meninggalkan keluarga saya,” katanya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, Zarifa Ghafari adalah perempuan yang pertama kali menjadi walikota di Afghanistan, tepatnya di Maidan Shahr. Dia didaulat menjadi wali kota pada tahun 2018 lalu.

Zarifa Ghafari membubuhkan sejarah lantaran menjadi perempuan pertama dan termuda yang menjadi wali kota di Afghanistan. Setelah pengangkatannya, Ghafari berkampanye untuk meningkatkan hak-hak perempuan di Afghanistan. Namun, dia menghadapi ancaman pembunuhan dari Taliban dan Isis atas pekerjaannya.

Terjadinya kekacauan dan keamanan tidak menentu di Afghanistan setelah Taliban berhasil menyerang dan menguasai negara itu. Kekalahan Afghanistan dari Taliban setelah terjadi agresi Taliban membuat warga sipil banyak yang mengungsi dan keluar dari negaranya. (*)

ADVERTISEMENT