WALMAS–Pelaku perampokan dan pembunuhan gadis agen BRI Link di wilayah Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) bernama Andarias Tandung (46) mengaku pernah terlibat kasus pembunuhan di Kota Makassar, tahun 2004 silam. Namun Rias, begitu pelaku dikenal, membantah mengecor jenazah korban setelah dibuang masuk sumur.

Hal tersebut diungkapkan Rias saat diinterogasi pihak kepolisian Manado, Sulawesi Utara (Sultra), setelah diringkus, beberapa hari lalu. Rias menuturkan, peristiwa pembunuhan di Makassar itu, terjadi akibat dirinya bertengkar dengan korban.

Rias mengaku emosi karena saat itu dirinya tengah dikuasai minuman keras (mabuk) hingga dirinya memukul kepala korban dengan kursi. “Saya pukul pakai kursi di bagian kepala. Setelah itu, korban jatuh dan meninggal. Tapi saya tidak cor korban, tidak benar saya cor,” kata Rias.

Termasuk Rias mengaku pernah melakukan kasus penganiayaan di Kota Palopo tahun 2007. Saat itu, dirinya mengaku kabur ke Palopo setelah melakukan kasus pembunuhan di Makassar. “Yang di Makassar itu korbannya teman saya, laki-laki. Bukan perempuan,” katanya.

Nah, tahun 2008, dalam pelarian dari kasus pembunuhan di Makassar, Rias akhirnya ditangkap.

Terkait kasus perampokan dan pembunuhan di Walenrang, Rias mengaku dirinya pusing ditagih terkait pekerjaan lemari oleh istrinya. “Jadi waktu itu istri saya mau pulang dari kampung bertanya bagaimana itu barang (lemari) itumi saya pusing,” kata Rias dikutip Selasa (3/3/2026).

Selama ini, setelah bebas dari penjara, Rias menggeluti usaha pembuatan lemari dan berbagai perabotan rumah tangga dari aluminium. Keterampilan membuat lemari dari aluminium didapatnya saat berada dalam penjara.

Rias mengaku saat itu memiliki 5 transaksi pengerjaan lemari yang uang mukanya atau down payment (DP) dari konsumen telah dibayarkan. Sayangnya, Rias telah menghabiskan uang tersebut untuk judi online.

Rias kemudian sempat berpikiran kabur dari rumahnya di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Luwu menuju Kota Palopo. Namun, saat dalam perjalanan, pelaku tiba-tiba melihat sebuah agen bank yang hanya dijaga oleh seorang wanita sehingga terlintas niat jahat.

“Rencana saya mau saja melarikan diri ke Palopo, tidak mau pulang ke rumah dulu. Pas saya lewat di BRILink situ terpikirkan karena saya lihat dia sendiri, perempuan itu sendiri jaga,” ungkapnya.

Dia lantas memutar balik kendaraannya menuju lokasi kejadian. Aksinya dilakukan dengan mencoba masuk melewati pintu belakang. Namun keberadaannya diketahui korban yang langsung berteriak.

“Karena jalannya dari belakang saya rencana cuma mau ambil brankasnya saja terus lari, tapi karena baru satu langkah masuk dia sudah lihat saya, langsung berteriak, makanya saya cepat ambil itu batu, saya pegang baru saya pukul 3 kali,” bebernya.

Andarias mengaku memukul korban pada bagian kepala. Setelah korban tak berdaya, pelaku kemudian membawa kabur brankas yang ada di lokasi. “Iya (saya) ambil brankas 13 juta lebih, rencananya dipakai bayar utang dengan beli bahan (lemari),” ucapnya.

Andarias menjelaskan, dirinya kemudian pulang ke rumah membawa brankas tersebut. Dia kemudian memilih kabur ke Manado usai melihat dirinya viral di media sosial. “Langsung lari ke rumah dulu satu malam, nanti siang jam 11 lewat karena di Facebook sudah ada foto saya dipajang, saya langsung lari pakai motor,” tutupnya. (***)