PALOPO-Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Lalebbata, Kota Palopo, terus mendorong kreativitas dan keterampilan peserta didik melalui pembelajaran seni rupa berbasis kearifan lokal. Salah satunya dengan mengenalkan teknik ecoprint, yakni seni mencetak motif pada kain menggunakan pigmen warna alami dari daun, bunga, dan berbagai bagian tumbuhan yang ditemukan di lingkungan sekitar.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran praktik yang mengajak siswa mengenal seni sekaligus memanfaatkan potensi alam sebagai media untuk menghasilkan karya kreatif dan bernilai guna.
Guru pembimbing, Etty Ristiana, menjelaskan bahwa pembelajaran ecoprint dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis daun dan bunga untuk menghasilkan motif alami pada tote bag.
“Setiap siswa diberikan kebebasan menyusun dan mengkombinasikan bahan tumbuhan sesuai kreativitas masing-masing.Dalam proses pembuatannya, siswa terlebih dahulu menyiapkan tote bag, daun, bunga, plastik pelapis, serta alat pemukul,” jelas Etty.
Terima Dana BOS Kinerja, Guru SDN 6 Bogar Palopo Ikuti Pendampingan Digitalisasi Pembelajaran
Dijelaskan Etty, daun dan bunga kemudian disusun di atas permukaan tote bag untuk membentuk motif yang diinginkan.Setelah itu, susunan daun dan bunga dilapisi menggunakan plastik, kemudian diketuk-ketuk secara perlahan dan merata agar pigmen warna serta bentuk alami tumbuhan berpindah ke permukaan kain.
Setelah proses pencetakan selesai, tote bag dicuci menggunakan air tawas untuk membantu mempertahankan warna, kemudian dijemur hingga kering. Melalui teknik tersebut, setiap tote bag menghasilkan motif yang berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai jenis tumbuhan yang digunakan.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, setiap siswa menyiapkan peralatan dengan biaya sekitar Rp 10 ribu. Sementara bahan utama berupa daun dan bunga memanfaatkan potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar.
Menurut Etty, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mengenalkan seni dan teknik pembuatan motif pada kain, tetapi juga memberikan bekal keterampilan praktis kepada siswa agar mampu mengembangkan kreativitas dan memanfaatkan sumber daya alam menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Ia berharap, pengalaman tersebut dapat menumbuhkan jiwa seni, kreativitas, serta keterampilan peserta didik yang nantinya bisa dikembangkan menjadi peluang usaha maupun bekal kehidupan di masa mendatang.
“Hasil karya ecoprint para siswa nantinya akan dipamerkan dalam kegiatan kokurikuler yang mengangkat tema kearifan lokal. Melalui kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan pada kekayaan tradisi dan budaya Indonesia, khususnya seni menghias kain dengan memanfaatkan bahan-bahan alami,” katanya.
Sementara itu, salah seorang siswa, Saafia Azalia Putri, mengaku senang dapat mengikuti pembelajaran tersebut. Ia mengatakan, motif yang dibuatnya menggunakan beberapa jenis tumbuhan, di antaranya bunga sakura dan daun kelor.
Menurut Saafia, proses pembuatan motif pada tote bag tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit.Ia mengaku bangga dengan hasil karyanya karena mendapatkan pengalaman baru dalam membuat produk kreatif menggunakan bahan-bahan alami.
Melalui pembelajaran seni ecoprint, SDN 1 Lalebbata berharap peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman praktik dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta kepedulian terhadap lingkungan.Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda melalui karya seni yang sederhana, inovatif, dan memanfaatkan potensi alam di sekitar mereka. (putri)

