PALOPO–Masyarakat etnis Toraja mengecam Komika (komedian) nasional, Pandji Pragiwaksono, setelah beredar potongan video yang terkesan menyinggung adat Toraja secara serampangan.
Dalam video yang berdurasi 1 menit 40 detik tersebut, Pandji Pragiwaksono mengatakan banyak masyarakat Toraja jatuh miskin karena adat. Panji juga dalam video itu mengatakan bahwa jika masyarakat Toraja tidak mempunyai uang untuk memakamkan anggota keluarganya, sehingga jenazah tersebut akan diterlantarkan di ruang tamu atau di depan ruang nonton televisi. Masih dalam video itu, Panji mengatakan, jika ada yang orang bertamu ke rumah tersebut tamunya akan ketakutan dan bingung.
Pernyataan Panji tersebut menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat Toraja. Mereka menilai, pernyataan Panji tersebut melukai hati masyarakat Toraja, termasuk merendahkan adat Toraja.
Ketua Ikatan Keluarga Toraja Nusantara (IKATNus), Irjen Pol (Pur) Drs. Frederik Kalalembang, salah satu tokoh Toraja yang mengecam pernyataan Panji tersebut. “Yang bersangkutan telah merendahkan adat Toraja. Pernyataan dia (Panji) yang menjadikan adat Toraja bahan lawakan sangat berbahaya dan bisa merembet ke mana-mana, ditunggu keterangan resmi dari yang bersangkutan,” kata Frederik Kalalembang, dikutip dari Fajar.co.id, Minggu (2/11/25).
Kalalembang berencana akan mengundang Panji untuk klarifikasi apa sebenarnya yang sebenarnya dimaksud, sehingga tidak salah penafsiran bagi orang yang awam. Sebab tidak ada orang Toraja menjadi miskin karena menghargai leluhurnya untuk adat.
“Saya kira Panji juga tidak mengetahui masalah yang sebenarnya mungkin dia mendapat masukan yang salah. Tapi tidak seperti itu bagaimana mestinya. Karena kalau dikatakan horor itu kalau dia melihat sepihak,” katanya.
“Tapi apakah orang tua kita yang ada di rumah untuk menantikan acara melepaskan, kita harus takut? Tentu tidak. Bahkan menurut kepercayaan kita orang Toraja akan mendatangkan berkat. Dan sebaliknya kalau kita biarkan orang tua kita, maka akan mendatangkan murka,” lanjutnya.
Sementara itu, di laman media sosial SERUYA TV dan TikTok KORAN SERUYA, puluhan masyarakat Toraja ikut mengecam Panji. Firdal Pati, salah satu netizen mengatakan,”Tidak ada orang Toraja yg membiarkan Jenazah keluarganya diruang tamu karena TDK mampu melaksanakan upacara Rambu Solo.”
Irwan Borahima, netizen lainnya ikut mengomentari potongan video Panji, yang diposting SERUYA TV. “Makax jgn pakai budaya toraja sebagai bahan cerita komedian itu sudah masuk penghinaan.”
Anhy Afriliya Toding, netizen lainnya ikut geram,”Menurutku, suku Toraja jangan biarkan orang bgini berbicara …angkat dia proses orang ini …pencemaran nama baik ini orang …ayo orang Toraja…”
Randi Kusnoyo Praja berkomentar,”Komediya membuat orang tersinggung panji angga ada urusan dgn kamu itu carila bahan yg lain kamu jadikan komedi kamu kelebihan Pancasila.”
Hal senada disampaikan oleh Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, menyampaikan keprihatianan akan hal tersebut.
“Coba kita sebagai masyarakat orang Toraja bagaimana menyikapi video tersebut, silakan tulis opini sendiri. Saya juga ingin sekali dipertemukan dengan orang tersebut, apakah benar dia ngomong begitu dan jika benar apa maksudnya?,” tuturnya.
Ketua Komite Nasional Pemuda Nasional (KNPI) Toraja Utara, Paulus Tandung, ikut bersuara menanggapi pernyataan Panji yang dinilainya sudah mendeskreditkan dan melecehkan adat Toraja. Dia mengatakan, jika kurang riset mengenai adat Toraja sebaiknya jangan sembarang berucap.
“Jika benar video itu, kami sebagai pemuda Toraja Raya sangat prihatin dan tidak terima dengan hal itu, karena secara real setau saya tidak begitu secara adat, intinya kami masyarakat Toraja merasa dilecehkan,” jelasnya. (***)

