PALOPO–Jenazah Abdul Rival, warga Desa Padangkalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dimakamkan sanak keluarganya di pemakaman umum desa setempat. Pria berusia 32 tahun ini ditemukan meninggal dunia dalam kondisi jenazahnya telah membusuk di kebjun warga, di desa Padangkalua, Minggu sore lalu, 17 Mei 2026.
Dari penyelidikan polisi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), Abdul Rival meninggal dunia karena bunuh diri. Indikasi ini diperkuat adanya temuan seutas tali terikat diatas pohon. Korban diduga terjatuh usai bunuh diri dengan cara gantung diri. Jenazahnya kemudian membusuk beberapa hari dibawah pohon tersebut.
Tak hanya itu, dari penyelidikan polisi terungkap, korban sempat curhat kepada temannya mengenai kondisi kehidupannya. Korban berkeluh kesah lantaran hidup menganggur.
“Sesuai hasi penyelidikan dan olah TKP, korban (Abdul Rival) bunuh diri. Ada bukti akurat di TKP, yakni seutas tali terikat diatas dahan pohon. Jenazah korban ditemukan dibawah pohon tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kades Padangkalua, Umi, mengaku prihatin atas musibah yang dialami warganya. “Jenazah korban sudah dimakamkan keluarganya,” kata Umi, Senin (18/5/2026).
Umi mengakui, Abdul Rival selama ini tinggal berdua dengan ayahnya. “Almarhum tidak memiliki pekerjaan. Sudah lama menganggur. Dia sempat curhat lewat WA dengan temannya. Termasuk dia menyampaikan kepada temannya agar pergi jauh karena tidak memiliki pekerjaan,” kata Umi.
Diberitakan sebelumnya, seorang warga Desa Padangkalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban berinisial Abdul Rival (Ar), 32 tahun, ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena mayatnya telah membusuk di area kebun warga, Minggu (17/5/2026).
Kepala Desa Padangkalua, Umi, membenarkan adanya penemuan mayat warganya, berinisial Ar. “Korban ditemukan warga yang tengah berada di sekitar area kebun, di Dusun Batu Tongkon. Kondisinya sudah membusuk,” ujar Umi via WA-nya.
Penemuan jasad Ar sontak membuat warga sekitar geger dan berdatangan ke lokasi kejadian. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa kemudian menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan pengamanan area penemuan mayat.
Menurut informasi dari pihak desa, korban sebelumnya memang telah dilaporkan hilang sejak sekitar satu minggu terakhir. Selama itu, keluarga bersama warga setempat telah melakukan pencarian. “Sudah satu minggu ini korban dikabarkan hilang dan dicari oleh keluarga,” kata Umi.
Dikatakan, korban selama ini tinggal bersama ayahnya di rumah mereka di Desa Padangkalua. “Mayat korban sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Kita serahkan sepenuhnya penanganan kasusnya kepada pihak berwajib,” katanya. (nada)

