PALOPO–Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Elis Sesa (90) yang dilaporkan hilang di Dusun Rambakulu Harapan, Desa Torpedo Jaya, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan, Kamis (25/06/2026).

Danpos Unit Siaga Basarnas Luwu Utara, Arhamdiansyah, menyatakan korban sebelumnya dilaporkan meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada hari Selasa (23/06/2026) lalu, sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, Elis yang diketahui mengalami pikun berjalan meninggalkan rumah dan terakhir terlihat oleh warga yang sedang bekerja di sekitar gereja dengan arah menuju kawasan perkebunan.

“Setelah kami terima laporan hilangnya korban, Unit Siaga Basarnas Luwu Utara pada Kamis pagi langsung bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 26 kilometer dari Pos dan langsung melakukan pencarian,” kata Arhamdiansyah.

“Korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Selasa sore tanpa berpamitan. Berdasarkan informasi warga, korban terakhir terlihat berjalan menuju area perkebunan. Mengingat kondisi korban yang sudah lanjut usia dan mengalami pikun, tim langsung melakukan upaya pencarian,” tambahnya.

Menurut Arhamdiansyah, untuk mempercepat proses pencarian di lapangan, tim SAR gabungan membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

“SRU 1 dan SRU 3 melakukan penyisiran di area lembah dan perkebunan, sementara SRU 2 melakukan pencarian di sekitar rumah korban dengan radius sekitar dua kilometer,” ucapnya.

Dantim Lapangan, Risal upaya pencarian maraton tersebut membuahkan hasil manis pada Kamis siang sekitar pukul 11.16 WITA. Korban berhasil ditemukan dalam keadaan lemas namun selamat di lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari kawasan permukiman warga setempat.

“Alhamdulillah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim SAR gabungan. Selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Sabbang untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Libatkan Puluhan Relawan Gabungan Keberhasilan penemuan lansia yang hilang ini tidak terlepas dari solidnya koordinasi antar-instansi di Luwu Utara. Mengingat medan pencarian didominasi oleh area lembah dan perkebunan yang cukup rimbun, tim penyelamat dilengkapi dengan berbagai peralatan navigasi darat serta alat penyelamatan berketinggian untuk mengantisipasi jalur ekstrem.

Risal menambahkan, dengan ditemukannya korban dalam kondisi bernyawa, operasi SAR di Desa Torpedo Jaya ini resmi dihentikan dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

“Operasi pencarian melibatkan Basarnas Luwu Utara, BPBD, TNI, Damkar, Brimob, Polsek Sabbang, aparat desa dan kecamatan, RAPI, Relawan Mepusa, serta masyarakat setempat.

Selama proses pencarian, tim SAR didukung peralatan mountaineering, GPS, peta, dan perlengkapan evakuasi. Kondisi cuaca yang cerah turut membantu kelancaran operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” katanya bersyukur atas kelancaran evakuasi. (nada)