– Harianto: Berkat Koordinasi dan Komunikasi Walikota Palopo dengan Gubernur Sulsel
PALOPO–Jembatan Merah atau Jembatan Akhmad Razak di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, tidak lama lagi akan dibangun dengan konstruksi baru. Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman menargetkan paling lambat akhir Agustus 2026, pembangunan jembatan yang sudah lama rusak itu segera dimulai.
Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Palopo, Harianto, menyebut, pihaknya akan maksimalkan kegiatan fisik pembangunan Jembatan Akhmad Razak on progres.
“Saat ini proses seleksi jasa konsultan supervisi sudah kami ajukan ke UKPBJ Barjas Sekretariat Daerah Kota Palopo untuk proses pemilihannya. Insya Allah, jika tidak ada kendala, akhir Agustus 2026, pembangunan jembatan sudah bisa dimulai,” kata Harianto, Rabu (5/8/2026).
Dijelaskan Anto, begitu Harianto akrab disapa, pembangunan Jembatan Akhmad Razak bisa dilaksanakan tahun 2026 berkat sharing anggaran antara Pemkot Palopo dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sharing anggaran tersebut, yakni Pemkot Palopo mendapatkan bantuan dana keuangan Pemprov Sulsel sebesar Rp12 miliar untuk pembangunan fisik jembatan. Sedangkan, Pemkot Palopo menyiapkan anggaran sebesar Rp640 juta melalui APBD 2026 untuk biaya umum dan jasa konsultan.
Pemkot Palopo mendapatkan dana bantuan keuangan Pemprov Sulsel tersebut, tegas Harianto, tidak turun begitu saja. Tetapi melalui perjuangan panjang, usulan beberapa kali dari Pemkot Palopo, dan tentunya melalui komunikasi harmonis dan intens Walikota Palopo, Hj Naili Trisal dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
“Adanya bantuan dana keuangan Pemprov Sulsel ini sebagai bentuk dukungan, sinergitas dan perhatian Pemprov Sulsel, terkait support kebutuhan infrastruktur layanan publik di Kota Palopo di tengah keterbatasan anggaran saat ini, khususnya pembangunan Jembatan Ahmad Razak,” kata Harianto.
Harianto mengakui, kondisi Jembatan Akhmad Razak sudah beberapa tahun terakhir ini sangat memprihatinkan karena rusak. Selain ruas jembatan di beberapa titik berlubang, pembatas jembatan juga sudah rusak.
Jembatan tersebut, berada di jalan Akhmad Razak, yang statusnya jalan kota (bukan jalan provinsi), sehingga kewenangan Pemkot Palopo memperbaiki jembatan. Namun Pemkot Palopo tidak memiliki anggaran memadai di tengah efisiensi anggaran untuk memperbaiki Jembatan Akhmad Razak, yang sudah seringkali dikeluhkan pengguna jalan.
“Karena alasan anggaran tidak memadai, Ibu Wali berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel untuk sharing anggaran. Alhamdulilah, upaya Ibu Wali membuahkan hasil sehingga Jembatan Akhmad Razak segera dibangun dengan konstruksi baru. Tentunya ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Palopo, termasuk pengendara lainnya yang melintasi poros Jalan Akhmad Razak,” katanya.
Setahun Kepemimpinan Palopo Baru
Satu tahun perjalanan kepemimpinan ‘Palopo Baru’ dibawah nakhoda Walikota Palopo, Hj Naili Trisal menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Salah satu yang dipersiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo pada tahun 2026 adalah penggantian Jembatan Merah atau Jembatan Akhmad Razak di Jalan KH Ahmad Razak, Kelurahan Pajalesang, Kota Palopo.
Jembatan yang selama ini menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat tersebut direncanakan akan diganti dengan konstruksi baru yang lebih representatif, aman, dan memenuhi standar teknis.
Rencana ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Palopo untuk menjawab kebutuhan infrastruktur secara bertahap dan terukur. Tidak sekadar membangun fisik, tetapi memastikan infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas, keamanan, dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Penggantian Jembatan Merah diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam perjalanan pembangunan Kota Palopo tahun 2026, sekaligus menandai keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi konektivitas perkotaan.
“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Infrastruktur yang kita bangun harus berkualitas, aman, tepat waktu, dan mampu mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi Kota Palopo menjadi semangat yang terus didorong dalam pelaksanaan program pembangunan daerah,” kata Naili Trisal.
Pemerintah Kota Palopo melalui Dinas PUPRPKP juga mempersiapkan pelaksanaan pekerjaan secara terencana, mengingat posisi Jembatan Merah berada pada jalur yang aktif digunakan masyarakat, aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas menjadi perhatian selama proses konstruksi.
Koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Palopo, serta unsur terkait akan dilakukan untuk mengatur rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif sehingga dampak pekerjaan terhadap aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
Pemerintah Kota Palopo menyadari bahwa pembangunan Jembatan Merah nantinya dapat menimbulkan ketidaknyamanan sementara bagi pengguna jalan. Namun, proses tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan infrastruktur yang lebih baik dan aman untuk digunakan dalam jangka panjang.
Satu tahun kepemimpinan menjadi awal untuk melangkah lebih jauh. Memasuki tahun berikutnya, Pemerintah Kota Palopo berkomitmen melanjutkan pembangunan yang terukur, transparan, sesuai ketentuan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Penggantian Jembatan Merah di Jalan KH Ahmad Rasak diharapkan menjadi salah satu simbol perubahan tersebut—membangun konektivitas, meningkatkan keselamatan, dan membuka jalan bagi Palopo yang semakin maju,” harap Naili Trisal. (***)

