PALOPO–Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja dengan tema “Teguh Dalam Kebenaran, Bertumbuh Dalam Kasih” resmi dimulai di Gedung Luwu Convention Centre, hari Kamis, 9 Juli 2026. Sidang Sinode ini akan berlangsung selama 6 hari, mulai 9-14 Juli 2026 dibuka secara resmi dengan pemukulan gendang.
Ketua Panitia Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja, David Somalinggi, mengatakan kegiatan ini telah dipersiapkan selama 2 tahun 7 bulan sejak 26 November 2023.
“Pelaksanaan Sidang Sinode di Tanah Luwu ini terjadi setelah 25 tahun. Bagi kami ini adalah pesta iman dan wujud pelayanan bersama dalam Gereja Toraja. Ini menjadi motivasi tersendiri, meskipun kami memahami ini bukanlah hal yang mudah,” ujar David.
Ia menyebut kebutuhan tempat persidangan, dana, dan teknis lainnya tidaklah kecil. Namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk tetap beriman dan memberikan yang terbaik untuk Tuhan.
Lebih lanjut David menyampaikan, 70 persen atau sekitar Rp3,1 miliar dari total kebutuhan dana Rp4,5 miliar merupakan persembahan dari jemaat-jemaat. Selebihnya berasal dari donatur pribadi, lembaga, dan Pemerintah.
Pada kesempatan itu, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, juga menyampaikan ucapan selamat melalui video. Ia mengapresiasi pelaksanaan Sidang Sinode AM XXVI Gereja Toraja di Kota Palopo.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud dedikasi segenap warga dan pimpinan gereja yang terus konsisten mendukung pembangunan masyarakat serta menjaga kerukunan umat beragama.
Gibran berharap persidangan ini mampu melahirkan gagasan transformatif dan strategis yang menjawab dinamika saat ini, sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh umat.
“Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Gereja Toraja yang selama ini berperan aktif dalam merawat perdamaian, toleransi, dan kekayaan tradisi dalam bingkai keberagaman Indonesia,” kata Gibran. (nada)

