PALOPO–Mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi anggaran, SMP Negeri 3 Palopo memanfaatkan teknologi daring dalam pelaksanaan Sumatif Akhir Semester untuk siswa kelas 7 dan 8.
Ujian yang berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juni 2026, diikuti lebih dari 700 siswa. Pihak sekolah menyatakan, jika tidak menggunakan internet, ujian akan menghabiskan puluhan ribu lembar kertas.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Hairun Paripik, mengatakan langkah ini merupakan bentuk dukungan sekolah terhadap program efisiensi anggaran pemerintah sekaligus pengenalan literasi digital kepada siswa.
“Pelaksanaan ujian tidak terkendala jaringan karena siswa menggunakan handphone dan data internet pribadi. Sekolah juga menyiapkan lab komputer bagi siswa yang tidak memiliki ponsel,” katanya.
Untuk mencegah kecurangan, sistem ujian diatur agar siswa tidak bisa kembali mengakses halaman soal jika sudah meninggalkannya. Pihak sekolah tetap menugaskan guru untuk mengawasi siswa di kelas. Hairun menegaskan bahwa meski daring, peserta didik wajib berada di dalam kelas selama ujian.
Waktu pengerjaan setiap mata pelajaran adalah 90 menit. Sesi pertama pukul 08.00-09.30 dan sesi kedua pukul 10.00-11.30 WITA. Siswa yang melewati batas waktu harus mengikuti ujian susulan.
Salah seorang siswa, Nafila Fidelya Susanto, mengaku belum menemui kendala selama mengikuti ujian. Ia menyebut telah mempelajari materi yang kemungkinan muncul dalam ujian sejak dua hari sebelumnya, dan tidak merasakan kendala jaringan internet.
Selain tujuh mata pelajaran tertulis, terdapat tiga mata pelajaran praktik yakni PJOK, Informatika, serta Seni & Prakarya. (nada)

