PALOPO–Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Palopo, Sulawesi Selatan, melaksanakan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (Gemar),
Jumat (26/6/2026). Di setiap kelas, ayah terlihat mendampingi anak. Gerakan Gemar ini sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 yang juga diperkuat dengan Surat Edaran Walikota Palopo, Hj Naili Trisal.
Program ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak melalui kehadiran pada momen penting di sekolah. Kehadiran ayah diharapkan mampu membangun kedekatan emosional, meningkatkan rasa percaya diri anak, serta mendukung kesiapan mereka dalam menjalani proses belajar.
Kepala SMP Negeri 4 Palopo, Baso Aslamin mengatakan pembagian rapor kali ini secara khusus mengimbau para ayah untuk hadir langsung ke sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah positif dalam meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.
“Pada hari ini (Jumat, 26 Juni 2026), kami melaksanakan pembagian rapor dengan harapan yang datang mengambil rapor adalah ayah. Ini sesuai dengan edaran pemerintah yang juga diperkuat oleh edaran Walikota Palopo,” ujar Baso.
Ia menilai selama ini komunikasi antara sekolah dan orang tua lebih banyak diwakili oleh ibu. Dengan adanya gerakan tersebut, ayah diharapkan ikut berperan aktif dalam mendampingi proses pendidikan anak.
“Anak akan merasa memiliki figur ayah yang mendukung pendidikannya. Selain itu, terjalin kolaborasi yang lebih baik antara ayah, wali kelas, dan pihak sekolah sehingga diharapkan pendidikan di Kota Padang semakin maju dengan meningkatnya keterlibatan para ayah,” kata Baso.
Pantauan KORAN SERUYA, program Gemar di SMPN 4 Palopo disambut positif para ayah. Terlihat sejak pagi banyak ayah berdatangan ke sekolah yang beralamat di Jalan Andi Kambo ini.
Salah seorang ayah yang datang mengambil rapor anaknya, Akbar menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran ayah di sekolah memberikan dampak positif terhadap perkembangan mental dan kepercayaan diri anak.
“Alhamdulillah, dengan program ini jalinan antara ayah dan anak menjadi lebih erat serta membuat rasa percaya diri anak semakin bertambah. Semoga ke depan program seperti ini terus berlanjut,” katanya.
Hasdi, orangtua siswa lainnya, mengajak para ayah untuk meluangkan waktu menghadiri kegiatan sekolah meskipun memiliki kesibukan pekerjaan. “Sesibuk apa pun seorang ayah, untuk buah hati kita sebaiknya tetap menyempatkan hadir. Tidak membutuhkan waktu lama, tetapi dari kegiatan seperti ini kita juga bisa mengetahui perkembangan anak selama belajar di sekolah,” kata Hasdi.
Melalui gerakan tersebut, diharapkan keterlibatan ayah dalam pendidikan tidak hanya hadir pada momentum pembagian rapor atau hari pertama sekolah, tetapi menjadi budaya pengasuhan yang berkelanjutan demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.(nada)

