PALOPO–Ancaman gagal panen padi mengancam tidak kurang dari 260 hektar lahan persawahan di Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Ratusan hektar sawah mengalami kering kerontang akibat elnino atau kemarau panjang.

Kondisi terparah sawah milik warga di Kelurahan Salubattang, Kecamatan Telluwanua. Petani di Salubattang khawatir gagal panen karena sawah mereka sudah mengalami kekeringan beberapa pekan terakhir,

Anggota DPRD Palopo, Bata Manurun akhirnya turun tangan menyikapi keresahan petani setempat. Legislator Partai Demokrat ini berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkar Kota Palopo, termasuk BPBD, Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan, serta pihak terkait lainnya untuk membantu petani dari ancaman gagal panen.

Sejak hari Rabu, 5 Agustus 2026, petugas Damkar Kota Palopo menyiram sawah yang mulai mengering menggunakan mobil pemadam. Air dari mobil pemadam itu disemprotkan ke sawah air tanaman padi mendapatkan air. Bahkan Kamis (6/8/2026), penyemprotan areal persawahan oleh petugas Damkar Palopo masih berlanjut, sebagai ‘solusi cerdas’ dari Bata Manurun membantu petani mengatasi kekeringan.

“Sejak kemarau panjang, saluran irigasi di Telluwanua tidak berfungsi karena sumber air mengering. Altrnatifnya, untuk membantu petani di masa kemarau panjang ini, mobil Damkar diturunkan ke Telluwanua untuk menyemprot sawah milik warga yang mulai mengering,” kata anggota DPRD Palopo dari daerah pemilihan Kecamatan Bara dan Telluwanua ini.

Hadirnya mobil Damkar tersebut membuat petani setempat bergembira. Mereka tersenyum karena setidaknya sawah yang selama beberapa pekan terakhir ini mengering mendapatkan air dari semprotan mobil pemadam. Mereka berharap, mobil pemadam intens menyemprot sawah mereka selama masa kemarau panjang ini.

Bata, begitu Bata Manurun akrab disapa, mengatakan, pihaknya bersama Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kota Palopo telah meminta agar mobil Damkar rutin menyemprot sawah selama masa kemarau panjang, sebagai salah satu membantu petani keluar dari ancaman gagal panen.

Menurut Bata, Kecamatan Telluwanua merupakan daerah lumbung padi Kota Palopo. “Tidak kurang dari 260 hektar sawah mengalami kekeringan selama musim kemarau panjang, sehingga kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan masyarakat. Hadirnya petugas Damkar bersama BPBD, termasuk instansi terkait menggunakan armada mobil Damkar sangat membantu di tengah kemarau panjang,” kata Bata.

Termasuk Bata bersama Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kota Palopo, Amru SE, akan berkoordinasi dengan instansi lainnya, salah satunya Perumda Tirta Mangkaluku untuk membantu petani menyemprot lahan mereka menggunakan mobil tangki, dan meminjamkan mesin pompa air agar bisa dipakai memompa air dari sungai di daerah setempat ke areal persawahan. (aditya)