PROSES Pergantian Antarwaktu (PAW) Rusdi Masse Mappasessu (RMS) di DPR RI setelah resmi pindah ke PSI, mulai memanas. Apalagi dalam waktu dekat ini, DPW Partai Nasdem Sulsel akan mengusulkan calon pengganti RMS di Senayan. Siapa berpeluang diusulkan jadi Dewan Terhormat di DPR RI?
Proses pengusulan resmi PAW RMS ke DPP NasDem kabarnya akan dilakukan dalam waktu dekat ini. DPW Nasdem Sulsel akan mengadakan
rapat internal membahas PAW RMS setelah Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif yang juga Bupati Sidrap kembali dari Jakarta usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional.
Namun, sebelum rapat internal tersebut digelar, Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin, mengeluarkan pernyataan memicu reaksi sejumlah pihak, terutama pihak berkepentingan dengan PAW RMS tersebut.
Bagaimana tidak menuai reaksi, Tobo menyebut nama HM Judas Amir berpeluang diusulkan DPW Nasdem Sulsel menggantikan RMS duduk di Senayan. Tak pelak, pernyataan Tobo yang dilansir berbagai media cetak dan online itu, sejak Rabu (4/2/2026) langsung ‘booming’ dan jadi pusat perhatian publik, terkhusus di wilayah Luwu Raya.
Sekedar diketahui, ada tiga caleg usungan Nasdem di DPR RI Dapil III Sulsel, kesemuanya Wija To Luwu. Mereka adalah Puteri Dakka, Hj Hayarna Basmin Mattayang, dan HM Judas Amir.
Tobo Haeruddin, dalam pernyataannya mengakui, DPW NasDem Sulsel sedang mengevaluasi sejumlah nama calon PAW RMS berdasarkan perolehan suara Pemilu Legislatif 2024 lalu, status keanggotaan partai, serta tingkat loyalitas kader.
Kata dia, DPW tidak hanya mempertimbangkan hasil perolehan suara caleg, tetapi ada beberapa indikator yang jadi bahan pertimbangan, seperti DPW akan memprioritaskan figur yang masih ‘steril’, tidak bermasalah, dan memiliki rekam jejak loyal terhadap partai. Nantinya nama yang dinilai pas memenuhi berbagai kriteria tersebut akan diusulkan ke DPP NasDem untuk diajukan sebagai PAW RMS.
Pada Pileg 2024, NasDem berhasil merebut dua kursi di Dapil III Sulsel yang mencakup Kabupaten Sidrap, Enrekang, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, serta Kota Palopo. RMS, yang sebelumnya menjabat sebagai salah satu anggota DPR dari dapil tersebut, mengundurkan diri dari partai dan lembaga legislatif pada awal Januari 2026, kemudian bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Beberapa calon pengganti dengan perolehan suara tinggi dinilai tidak lagi memenuhi syarat. Putriana Hamda Dakka (Putri Dakka), peraih suara ketiga terbanyak dengan 53.700 suara, dianggap gugur karena maju sebagai calon wali kota Palopo pada Pilkada 2024 melalui PDI Perjuangan, yang bersaing dengan kandidat dari NasDem. “Putri Dakka telah bertarung di Palopo melawan NasDem melalui PDIP. Artinya, secara politik ia sudah tidak bersyarat untuk diusulkan,” tegas Tobo.
Sementara itu, Andi Aslam Patonangi (posisi keempat) telah resmi mundur dari keanggotaan NasDem. Haryana Hakim peraih suara kelima, juga dinilai memiliki afiliasi politik berbeda karena kedekatannya dengan PSI.
Dengan eliminasi tersebut, HM Judas Amir yang berada di posisi keenam dengan 12.669 suara dinilai sebagai figur paling layak. Tobo menekankan rekam jejak dan kontribusi HM Judas terhadap partai, termasuk dua kali memenangkan NasDem di Kota Palopo serta pengabdiannya sebagai Ketua DPD NasDem di Luwu dan Palopo.
“HM Judas Amir adalah yang paling steril. Dari segi kontribusi dan loyalitas, ia jelas unggul. Ia dua kali memenangkan NasDem di Palopo, dan dari sisi loyalitas serta rekam jejak, ia paling tidak bermasalah,” ujar Tobo.
Dia juga menyebut, Judas Amir berhasil membesarkan partai di wilayah basisnya, sehingga prestasi tersebut layak dihargai dalam pertimbangan PAW.
Pernyataan Tobo tersebut langsung mendapat tanggapan dari Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Luwu, Dr. Andi Muhammad Arham Basmin Mattayang. Dia secara tegas memberikan klarifikasi resmi terkait isu politik yang menerpa keluarganya.
Dalam pernyataan singkat melalui media sosial, Arham menepis rumor yang menyebutkan ibundanya, Dr. Hj. Hayarna Basmin Mattayang, telah mengundurkan diri dari Partai NasDem.
Secara tegas, Arham membantah bahwa Hj. Hayarna Basmin tidak pernah menyatakan mundur atau meninggalkan Partai NasDem. “Isu atau kabar bahwa Hj Haytarna pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak benar. Isu hoax,” tegas Arham, Rabu (4/2/2026).
Menurut Arham, klarifikasi yang disampaikan bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan basis massa NasDem di Luwu, mengingat pengaruh besar keluarga Basmin Mattayang di wilayah tersebut. “Ibu Hj. Hayarna tidak pernah mundur dari NasDem dan tidak bergabung dengan PSI,” tegas Arham Basmin.
Dengan adanya penjelasan ini, Arham berharap berbagai isu yang beredar di tengah masyarakat dapat mereda dan mesin partai dapat terus bekerja tanpa terganggu isu tak benar.
Lantas bagaimana dengan Putri Dakka? Politisi berlatarbelakang pengusaha ini sangat optimistis bisa duduk di Senayan menggantikan RMS. Menurut PD, begitu dia akrab disapa, dirinya tidak pernah mengundurkan diri dari NasDem dan tetap kader NasDem sampai hari ini. “Kalau saya mundur, mana surat pengunduran diri saya?,” tegas PD menampik berbagai isu bahwa dirinya telah pindah ke PDIP setelah maju Pilkada Palopo lalu.
PD mengaku tak terpengaruh dengan berbagai rumor tak sedap yang tengah menerpa dirinya. Sebab, dia mengakui, sesuai aturan kepemiluan, dirinya memenuhi syarat diajukan sebagai PAW RMS ke Senayan. “Coba cek perolehan suara Pemilu lalu, suara saya urutan ketiga setelah Pak RMS dan Ibu Eva. Secara aturan, peraih suara terbanyak ketiga-lah, saya yang berhak dan memenuhi syarat untuk diajukan PAW,” tandasnya.
HM Judas Amir sendiri dikonfirmasi terpisah enggan berkomentar banyak mengenai proses PAW tersebut. Dia hanya menegaskan, sebagai kader NasDem, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan internal Partai NasDem. “Janganmi gaduh, serahkan ke partai NasDem,” kata mantan Walikota Palopo dua periode ini. (***)

