Status Tanggap Darurat di Luwu Utara Diperpanjang Sampai 7 Juni 2020

191
ADVERTISEMENT

Luwu Utara — Status tanggap darurat virus corona atau covid-19 di Kabupaten Luwu Utara yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Luwu Utara Nomor 188.4.45/218/V/2020 pada 2 Mei 2020 dan berakhir 31 Mei 2020, kini diperpanjang hingga 7 Juni 2020 mendatang. Hal ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Pemulihan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Luwu Utara, dan dihadiri unsur Forkopimda, Organisasi Keagamaan dan para Kepala Perangkat Daerah, Selasa (2/6/2020), di Aula La Galigo Kantor Bupati, kemarin.

Siapa Kandidat Pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Luwu Timur 2020-2025 Pilihan Anda ?
1. Irwan Bachry Syam-Andi Muhammad Rio Pattiwiri Hatta (Ibas-Andi Rio)
2. HM Thoriq Husler-Budiman Hakim (MTH Berbudi)
Dibuat Oleh Seruya Poll

Bupati Indah Putri Indriani mengatakan, status Luwu Utara masih tanggap darurat hingga 7 Juni 2020. Selanjutnya Luwu Utara akan memasuki proses pasca pemulihan. “Tapi, semuanya masih bergantung pada situasi perubahan covid-19 di wilayah kita,” kata Indah. Ia mengatakan, untuk memasuki tatanan kehidupan baru atau new normal life, ada syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah daerah, yaitu angka RO dan Rt. Menurutnya, angka R0 dan Rt adalah salah satu acuan sebuah daerah untuk memasuki new normal life.

“Beberapa waktu terakhir, curva kita sudah di bawah angka RO dan Rt. Ini menjadi salah satu persyaratan untuk semua daerah masuk ke dalam uji coba tatanan normal baru (new normal life), yang telah digaungkan oleh pemerintah pusat,” terang Indah. Apa itu RO dan Rt? Melansir dari www.katadata.co.id, huruf R melambangkan angka reproduksi virus covid-19 atau jumlah rerata orang bisa menularkan penyakit ke orang lain. Dari angka ini, maka bisa diketahui tingkat dan kemampuan penyebaran suatu penyakit.

Katadata menuliskan, estimasi terbaik untuk angka R0 adalah 2 – 2,5, lebih tinggi dua kali lipat dari flu biasa. Sedangkan Rt adalah angka reproduksi setelah adanya intervensi pemerintah, seperti adanya PSBB. Nah, angka Rt idealnya adalah di bawah 1. Masih melansir katadata, pemerintah memakai hitungan laju penyebaran covid-19, berdasarkan R0 dan Rt untuk menerapkan kebijkan tatanan normal baru. Presiden Jokowi mengatakan penerapan new normal akan dilakukan kalau kedua angka tersebut rendah. (LH/int)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT