PALOPO–Upaya penanganan stunting terus digalakkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Palopo dengan instansi terkait di Kota Palopo. Saat ini, DPPKB Palopo kini mengubah pendekatan dari penanganan ke pencegahan stunting.

Upaya pencegahan tersebut diwujudkan melalui program baru dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang diberi nama Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting.

“Program ini resmi diluncurkan tahun ini dan menyasar 858 sasaran di Kota Palopo untuk diintervensi, baik melalui intervensi spesifik maupun sensitif,” kata Kepala DPPKB Palopo, Samsil, Jumat (25/9/2025).

Menurutnya, intervensi spesifik meliputi pemenuhan gizi, sementara intervensi sensitif mencakup peningkatan akses air bersih, perbaikan sanitasi, hingga edukasi kesehatan.

Adapun tiga kelompok sasaran utama dari program Genting, yakni ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita. “Dengan Genting, harapannya angka stunting bisa ditekan secara signifikan karena pendekatannya lebih proaktif. Meski begitu pihaknya tidak meninggalkan penderita stunting yang sudah ada, tapi memprioritaskan pencegahan,” katanya.

Ia juga menambahkan keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari BUMN, swasta, hingga perusahaan yang dapat menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu intervensi.
Untuk diketahui, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Palopo secara by name by address, jumlah balita yang mengalami stunting di Kota Palopo saat ini mencapai 92 orang.

Sementara itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting di Palopo tercatat sebesar 22,7 persen, masih jauh di atas target nasional sebesar 14 persen. (nada)