TERAMAT SADIS! Gagal Memperkosa, Tukang Galon Bunuh Ibu dan Anak Korban di Kamar Kos

863
AS, 19 tahun, pelaku pembunuhan ibu dan anaknya di kamar kos, di Pinrang
ADVERTISEMENT

KASUS pembunuhan yang dialami seorang ibu dan anaknya di Jalan Kijang, Kelurahan Maccorawalie, Wattang Sawitto, Pinrang, Sulawesi Selatan ini teramat sadis.
Sri Irmawati, 32 tahun, dan anaknya berumur 10 tahun bernama Adri ditemukan tewas di tempat kosnya, Minggu (17/6/2021).

Hanya hitungan jam, polisi meringkus AS, 19 tahun, sebagai pelaku pembunuhan sadis ini. Pelaku diketahui sehari-harinya bekerja sebagai tukang galon.

ADVERTISEMENT

Informasi dihimpun koranseruya.com, jenazah ibu malang dan anaknya ini ditemukan pada Minggu (17/6/2021) lalu, sekitar pukul 12.3o Wita. Polisi pun memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk olah TKP.

Di lokasi kejadian, ditemukan tiga pisau dapur dan satu gunting yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Korban pun mendapat beberapa luka tajam dari pelaku.

“Korban Sri Irmawati mengalami luka tusukan pada bagian pinggang Kanan dan punggung belakang serta luka bekas cakaran di leher, sementara korban Adri mengalami luka tusukan pada bagian leher sebelah kanan,” kata kata Kasat Reskrim Polres Pinrang Iptu Deki Marizaldi, Senin (28/6/2021).

Pelaku AS langsung diamankan tak lama setelah korban ditemukan. Motif pembunuhan terhadap ibu dan anak itu disebut karena pelaku berniat untuk memperkosa SI.

“Terduga pelaku sebagai pengantar galon masuk ke kamar kos milik korban untuk mengantar air galon dan melihat korban yang sementara memakai berpakaian seksi sehingga pelaku bernafsu dan ingin memperkosa korban dengan cara langsung memegang tangan korban dan langsung mendorong badan korban sehingga terjatuh di tempat tidur,” jelas Kasatreskrim Polres Pinrang, Iptu Deki Marizaldi.

Upaya pelaku memperkosa korban tidak berjalan mulus. Sebab, korban melakukan perlawanan. Nah, kata Deki, pelaku mengambil pisau dapur yang ada di samping tempat tidur dan menikam korban sebanyak dua kali.

“Dalam keadaan sudah ditikam, pelaku ingin melanjutkan perbuatannya yang ingin memperkosa korban, namun anak korban keluar dari WC sehingga korban berbalik dan memukul perut anak korban bernama Adri, kemudian kembali mengambil pisau yang lain dan menikam korban Adri sebanyak dua kali. Setelah melakukan aksinya tersebut pelaku mengunci kamar korban dan membuang kunci kamar korban di sungai,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang penghuni kos dimana korban bersama anaknya kos, mengaku sempat mendengar suara gaduh seperti pertengkaran. “Sekitar pukul 11.15 Wita saya mendengar ada pertengkaran dari dalam kamar korban. Kemudian kami keluar dari kamar dan melihat ada seorang laki-laki keluar dari kos,” kata salah seorang penghuni kos bernama Maya.

Maya mengaku sempat mencoba membuka pintu kamar kos korban, namun terkunci. Dia lalu kembali ke kamarnya. “Saya mau membuka pintu kamar korban, namun pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci, sehingga kami kembali masuk dalam kamar. Dan saya tidak mengetahui sama sekali kalau kedua korban sudah meninggal dunia,” terang Maya.

Maya baru tahu keduanya meninggal setelah suami korban, Ashari, tiba. Suami korban sempat berteriak sehingga membuat penghuni kos lain keluar kamar. “Kami baru tahu setelah suaminya datang melihat istrinya dan berteriak teriak minta tolong,” sebut Maya. (***)

ADVERTISEMENT