= Lewat Program PKM di Puskesmas Walenrang Barat
PALOPO–Tiga dosen STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya, Kota Palopo, berhasil melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan lansia melalui kegiatan bertajuk ‘Model Klinik Mini Edukasi Obat dan Perawatan Mandiri’ untuk lansia di Puskesmas Walenrang Barat, Kabupaten Luwu, berbasis Kolaborasi Inovatif Nakes.
Tiga dosen itu, yakni Amos Lellu, S.Kep., Ns., M.Kep, apt. Delta, S.Si., M.Si, dan Tonsisius Jehaman, S.Kep., Ns., M.Kep.
Ketua pelaksana, Amos Lellu, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas dukungan penuh dalam kegiatan ini.
Eltris Cafe Palopo Tempat Nongkrong Bagi Semua Kalangan, Ini Keunggulannya Bikin Pengunjung Betah
“Atas dukungan dan kepercayaan dari Kemendiktisaintek, kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik selama kurang lebih enam bulan penuh, mulai dari tahap pengkajian dan analisis masalah di mitra puskesmas, penyusunan program di Institusi (Kampus), pelaksanaan kegiatan penerapan model Klinik Mini, hingga tahap akhir berupa penyerahan alat bantu inovatif dan penyusunan laporan kegiatan,” kata Amos.
Kegiatan yang berlangsung di tahun 2025 ini diawali dengan tahap pengkajian dan analisis kebutuhan di Puskesmas Walenrang Barat
untuk mengidentifikasi permasalahan utama pelayanan kesehatan lansia. Tahap berikutnya adalah persiapan program di STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya, mencakup penyusunan media edukatif seperti modul cetak dan video edukatif, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan puskesmas.
Selanjutnya dilakukan rangkaian kegiatan lapangan, meliputi edukasi penggunaan obat yang benar, pemeriksaan kesehatan dasar bekerjasama dengan Tim Lansia Puskesmas (tekanan darah, kadar gula, berat badan, dan lainnya), pelatihan perawatan mandiri di rumah, serta konseling psikososial.
Program ini juga diakhiri dengan penyerahan alat bantu edukatif dan dokumen panduan operasional Klinik Mini kepada pihak puskesmas sebagai dukungan implementasi berkelanjutan.
Tersisa Satu Dewas, Andi Enceng Ajak Karyawan Perumda TM Palopo Berkolaborasi Majukan Perusahaan
“Untuk memastikan kelancaran dan tindak lanjut ke depan, dalam kegiatan ini Tim pelaksana mengadakan pelatihan bagi Tenaga Kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan dalam Klinik Mini yang akan diterapkan nantinya di Puskesmas khususnya pada pelayanan kesehatan lansia,” urai Amos.
Rupanya, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak Puskesmas Walenrang Barat. Kepala Tata Usaha, Agussalim, SKM., M.Kes, mewakili Kepala Puskesmas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada tim dosen STIKes Bhakti Pertiwi Luwu Raya.
“Kegiatan ini sangat membantu dalam proses pencapaian target peningkatan kualitas pelayanan, khususnya pada indikator pelayanan lansia. Program ini juga dapat meningkatkan keaktifan tim kesehatan lansia dalam memberikan pelayanan yang maksimal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Penanggung Jawab Lansia, Ramona Mustika Ayu, S.ST., M.Kes, yang menilai kegiatan ini membawa terobosan baru bagi puskesmas.
“Kegiatan ini menambah inovasi puskesmas kami. Sebelumnya belum ada inovasi khusus terkait pelayanan lansia dalam bentuk Klinik Mini Edukasi Obat dan Perawatan Mandiri. Program ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi
masyarakat usia lanjut,” tuturnya.
Selain memberikan edukasi langsung, tim dosen juga melaksanakan monitoring dan evaluasi pre-test serta post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan lansia. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pemahaman lansia tentang penggunaan obat, perawatan diri, dan kepatuhan terhadap pengobatan rutin.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi kesehatan di lapangan. Melalui sinergi ini, program Klinik Mini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga wadah penguatan pelayanan promotif-preventif di tingkat puskesmas.
Ketua Tim, Amos Lellu, menegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pelayanan inovatif yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di puskesmas lain di Kabupaten Luwu maupun wilayah lainnya di Sulawesi Selatan. (jun)

