PALOPO–Kepala SMP Negeri 2 Palopo, Sulawesi Selatan, Haerul menerapkan dua metode supervisi sebagai upaya meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran di sekolah.
Dua metode tersebut, yakni supervisi klinik dan supervisi akademik. Penerapan kedua metode ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja guru dan tenaga kependidikan sekaligus memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Haerul menjelaskan, supervisi klinik dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik dengan tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kerja yang positif sehingga seluruh jajaran sekolah dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.
“Supervisi klinik merupakan bagaimana cara melakukan komunikasi terhadap rekan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sehingga semangat kerja dapat berjalan sesuai dengan harapan pemerintah dan masyarakat, demi keberlangsungan pendidikan yang berpihak kepada peserta didik,” kata Haerul.
Sementara itu, supervisi akademik diarahkan pada peningkatan kualitas guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Pada awal tahun pelajaran baru, setiap guru diminta menyiapkan modul ajar sebagai bagian dari persiapan pembelajaran.
Selanjutnya, kepala sekolah melakukan observasi kelas untuk melihat secara langsung pelaksanaan proses belajar mengajar (PBM) yang dilakukan oleh masing-masing guru.
Menurut Haerul, observasi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kompetensi guru.
“Guru membuat modul ajar di awal tahun pelajaran baru, selanjutnya kepala sekolah melakukan observasi kelas untuk menilai rekan-rekan guru dalam melaksanakan PBM. Hal ini merupakan salah satu kunci keberhasilan sistem pendidikan nasional,” ujarnya.
Selain sebagai evaluasi pembelajaran, hasil observasi kepala sekolah juga menjadi bagian dari penilaian administrasi bagi guru dan tenaga kependidikan. Nilai yang diperoleh dari hasil observasi tersebut nantinya diinput ke dalam aplikasi e-Kinerja (e-Kin). Data tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari rekam kinerja yang dibutuhkan dalam proses kenaikan pangkat apabila persyaratan yang ditetapkan telah terpenuhi.
Haerul berharap penerapan supervisi klinik dan supervisi akademik dapat membangun budaya kerja yang lebih baik sekaligus meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 2 Palopo. Dengan demikian, peningkatan kualitas sumber daya pendidik diharapkan dapat berdampak langsung terhadap mutu pembelajaran dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik bagi peserta didik. (nada)

