Tragedi Transportasi Paling Mengenaskan Akhir Tahun 2019, Bus Terjun ke Jurang Tewaskan 26 Orang dan 11 Lainnya Masih Hilang

1211
Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu menuju Palembang terjun ke jurang di Jalan Lintas Pagar Alam - Lahat KM 9, tepatnya di Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kecelakaan terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB lalu

KECELAKAAN maut sebuah bus jurusan Bengkulu menuju Palembang yang terjun ke dalam jurang menjadi tragedi paling mengenaskan di akhir tahun 2019 ini. Dalam insiden ini, sebanyak 26 penumpang bus tewas.

Bus Sriwijaya jurusan Bengkulu menuju Palembang terjun ke jurang di Jalan Lintas Pagar Alam – Lahat KM 9, tepatnya di Liku Lematang, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan. Kecelakaan terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB lalu, dilansir Kumparancom.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi melaporkan 26 orang meninggal dunia dan 13 orang selamat. Korban yang selamat dalam kondisi terluka.

“24 orang meninggal dunia, dua luka berat, 11 orang luka ringan,” ucap Supriadi dalam keterangannya, Selasa (24/12).

Supriadi memastikan kecelakaan bus ini tunggal. Menurut Supriadi, bus Sriwijaya yang dikemudikan sopir bernama Fery menabrak dinding penahan tikungan lalu terjun ke jurang. “Menabrak dinding penahan tikungan Lematang Indah, sehingga masuk ke dalam jurang kurang lebih 150 meter dan jatuh ke dasar aliran sungai Lematang,” ujar dia.

Sampai Selasa (24/12/2019) sore, tim Polda Sumatera Selatan masih berusaha mencari korban penumpang bus naas ini. Informasi terakhir, 26 penumpang tewas, 13 luka, dan ada sekitar 11 lain yang masih dicari.

Petugas gabungan melakukan evakuasi korban kecelakaan Bus di Liku Lematang

Kapolres Pagar Alam AKBP Dolly Gumara mengatakan, bus saat ini masih berada di jurang. Petugas kesulitan mengevakuasi bus lantaran butuh alat berat.
“Belum berhasil dievakuasi, karena sulit medannya,” kata Dolly.

Dolly menyebut, dari dugaan sementara sopir bus kehilangan kendali sehingga menabrak pembatas jalan. Sedangkan di sisi kiri terdapat jurang sedalam sekitar Selain itu, menurut Dolly, tidak ada saksi mata yang melihat kecelakaan bus tujuan Bengkulu-Palembang ini.

“Saksi tidak ada. Ini pada saat jam malam, jalanan sepi,” ujar Dolly. (*/tari)