PALOPO — Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi publik yang kredibel, adaptif, dan berbasis teknologi. Kesadaran itulah yang mendorong Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo menyelenggarakan Pelatihan Kehumasan, Keprotokoleran, dan Digital Marketing bagi 30 staf terkait di lingkungan Unanda.

Pelatihan yang berlangsung di Guest House Unanda pada 8–10 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari upaya transformasi kelembagaan untuk memperkuat citra institusi Unanda sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi ekosistem komunikasi digital yang terus berubah.

Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Unanda, Dr. Ir. H. Annas Boceng, M.Si. Dalam arahannya, Annas menegaskan bahwa fungsi kehumasan tidak lagi sekadar mendokumentasikan kegiatan, melainkan menjadi garda terdepan dalam membangun reputasi, kepercayaan publik, dan daya saing Unanda.

“Pelatihan ini harus menjadi titik awal perubahan. Saya berharap seluruh peserta benar-benar bertransformasi secara sungguh-sungguh dalam menjalankan fungsi kehumasan dan Keprotokeleran Unanda. Kehumasan harus mampu bekerja secara profesional, kreatif, cepat, dan berorientasi pada pelayanan informasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Tambah Annas, transformasi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Karena itu, setiap aktivitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun prestasi sivitas akademika perlu dikemas secara menarik, akurat, dan mudah diakses melalui berbagai platform digital.

Selama tiga hari, peserta memperoleh materi yang dirancang untuk menjawab tantangan komunikasi modern di lingkungan perguruan tinggi.

Pelatihan ini menampilkan empat narasumber dan fasilitator. Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Hasanuddin, Dr. Alen Febri Sonni, S.Sos., M.Si., membawakan materi mengenai Strategi Kehumasan di Era Digital dan Personal Branding. Ia menekankan pentingnya kemampuan institusi membangun narasi yang autentik, memperkuat kepercayaan publik, sekaligus memanfaatkan media digital sebagai ruang dialog dengan masyarakat.

Sementara itu, Drs. Baharuddin Solongi, M.Si., akan menyampaikan materi tentang Menyusun Berita Berkualitas serta Membangun Identitas dan Branding Unanda. Ia akan menekankan bahwa setiap berita yang dipublikasikan harus memiliki nilai jurnalistik, akurasi, konteks, dan mampu merepresentasikan identitas universitas secara konsisten.

Aspek komunikasi publik juga akan diperkuat melalui materi MC dan Keprotokoleran yang dibawakan Nunung Misran, S.AN., M.I.Kom. Materi tersebut membekali peserta mengenai tata kelola acara resmi, etika komunikasi, hingga penerapan protokol kelembagaan yang profesional.

Adapun Beni Samsuddin Toni, S.Kom., M.Kom. juga akan memberikan materi tentang Strategi Perencanaan Konten Digital dan Content Planner, yang menitikberatkan pada penyusunan kalender konten, strategi distribusi informasi, hingga pemanfaatan media sosial secara terukur untuk memperluas jangkauan publikasi universitas.

Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya komunikasi organisasi yang lebih kolaboratif. Kehumasan Unanda diposisikan sebagai simpul yang menghubungkan seluruh aktivitas Catur Dharma Unanda dengan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, dan calon mahasiswa.

Bagi Unanda, penguatan kapasitas kehumasan merupakan investasi strategis. Di tengah kompetisi antarperguruan tinggi yang semakin mengandalkan reputasi digital, kemampuan mengelola informasi secara profesional menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.

Melalui pelatihan ini, Unanda berharap setiap peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan komunikasi kelembagaan yang lebih efektif, memperkuat identitas universitas, serta mengangkat berbagai capaian akademik agar semakin dikenal luas.

Transformasi tersebut menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar: memperkuat fondasi komunikasi publik agar sejalan dengan visi Unanda menjadi perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan relevan di era digital.(*)