RANTEPAO–Sejumlah tokoh dan elit masyarakat Tana Toraja menyatakan dukungannya terhadap gerakan masyarakat Tanah Luwu memperjuangkan pemekaran daerahnya menjadi provinsi. Bahkan, usai bertemu Datu Luwu, Andi Maradang Machulau, para tokoh masyarakat Tana Toraja dan Toraja Utara menyatakan kesiapannya tergabung.
Dalam pertemuan di D’Rij Hotel & Convention Hall, Kota Rantepao, Kamis lalu, 29 Januari 2026, mereka mengusulkan nama DOB yang akan diperjuangkan dan dibentuk adalah Provinsi Luwu Toraja.
Yang menarik dalam pertemuan tersebut, tokoh masyarakat dari dua kabupaten di Toraja sepakat membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu Raya. Termasuk menunjuk Pdt Musa Salusu sebagai Ketua Tim Formaturm dan Yohanis Lintin Paembonan ditunjuk sebagai sekretaris tim formatur.
Informasi dihimpun KORAN SERUYA, sejumlah nama tokoh dan elit Toraja ikut bergabung dalam Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu Toraja, diantaranya Viktor Datuan Batara, Nikodemus Biringkanae, Jhon Diplomasi, YS Tandirerung, Erik Crystal Ranteallo, Fajar N Londong Allo, Kombes (P) Dr Darma Lelepadang, Soni Palulungan, Andre Tulak, Yohanis Lintin Paembongan, Daud Sarangga, Yuli Parantean, Johan Darise, Suli Matius, Alexander Patandean.
“Para tokoh dan elit Toraja dari berbagai latarbelakang pendidikan juga masih banyak ikut bergabung dalam tim ini,” kata Pdt Musa Salusu.
Mantan Ketua Umum Badan Pekerja Sinode (BPS) Geraja Toraja ini menegaskan, pertemuan dan pembentukan Tim Formatur ini menjadi langkah awal menuju proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari konsolidasi daerah, persetujuan DPRD, rekomendasi gubernur, hingga keputusan pemerintah pusat. “Dan perlu kami sampaikan, wacana pembentukan Provinsi Luwu Toraja ini bukan lagi bisik-bisik, tetapi sudah berubah menjadi gerakan terbuka yang mulai mengetuk pintu nasional,” katanya.
Menurut Pdt Musa Salusu, pertemuan para tokoh Toraja membentuk Formatur Pembentukan Provinsi Luwu Toraja, sebagai upaya
konsolidasi terstruktur. Dalam pertemuan itu dibahas berbagai aspek krusial, mulai dari peta wilayah, dasar historis, potensi ekonomi, hingga kesiapan sosial dan administratif.
“Konsep Provinsi Luwu Toraja atau Lutor memiliki nilai strategis secara nasional, karena menggabungkan kekuatan budaya Toraja yang mendunia dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi kawasan Luwu. Jika terealisasi, provinsi ini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan timur Indonesia,” kata Pdt Musa Salusu.
Sementara itu, informasi menyebutkan, sebelum para tokoh dan elit Toraja membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu Toraja, mereka telah sowan ke Datu Luwu di Istana Kedatuan Luwu. (***)

