Video Tanah Longsor di Kaltara Viral, Ini Penjelasan Kapolda

378
Longsor Mirip Likuefaksi Terjadi di Kalimantan Utara

KALTARA — Video tanah longsor yang mirip dengan fenomena likuefaksi atau pencairan tanah, viral di media sosial. Informasi yang beredar di Facebook dan WhatsApp, lokasi kejadian di wilayah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam video viral berdurasi 0,21 detik terlihat tanah di lokasi tambang yang tiba-tiba bergerak, mirip pencairan tanah atau likuefaksi. Alat berat yang berada di sekitar lokasi, langsung tertimbun. Dalam video juga terdengar suara orang berteriak karena kaget melihat fenomena itu.

Dikutip inews, longsor diduga terjadi di konsesi tambang PT Pipit Mutiara Jaya (IUP PMDN), pada Selasa, 29 Oktober 2019, pukul 08.15 Wita di site Bebatu Kabupaten Tana Tidung, tepatnya di akses jalan tambang dari disposal menuju pit 9 Utara. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian mirip likuifaksi itu. Namun, ada enam unit alat berat yang tertimbun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, M Pandi yang dikonfirmasi membenarkan kejadian dalam video viral itu. Namun, tim BPBD masih memastikan kejadian tersebut ke lapangan.

“Belum banyak yang bisa saya terangkan karena tim masih melakukan investigasi. Kami berharap agar warga lebih hati-hati menghadapi ancaman bencana di musim pancaroba ini,” katanya.

Sementara itu, Pemkab Kaltara belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian itu. Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Dinas Lingkungan Hidup Kaltara serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Tidung, masih melakukan investigasi.

Kepada awak media di Tanjung Selor, Kapolda Kalimantan Utara Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Indrajit mengungkapkan, polisi belum bisa mengambil kesimpulan terkait peristiwa tersebut.

“Sementara tim masih turun baik dari Polri, ESDM, dan DLH mengecek apa penyebabnya,” ujarnya Kapolda, Kamis (31/10/2019).

Polisi juga belum bisa menyimpulkan ada tidaknya unsur pidana atas peristiwa tersebut. Pasalnya berdasarkan fakta di lapangan, tidak terjadi korban jiwa.

“Kecuali ada korban jiwa, pasti dilakukan penyidikan. Atas peristiwa itu, kerugian dialami oleh perusahaan sendiri.

Adapun adanya potensi kerusakan lingkungannya, kita masih tunggu karena masih diselidiki,” ujarnya.

Atas kejadian longsor tersebut, 3 unit excavator milik PT Pipit Mutiara Jaya tertimbun longsor.

Termasuk 1 unit buldozer, 1 unit ADT (Articulated Dump Truck), dan 1 unit mobil LV. Longsor terjadi pada Selasa (29/10/2019) pagi. (*/Iys)